Subscribe

Kaltim ‘Gas Pol’ Elektrifikasi: 8 Desa di Kutai Timur Kini Terkoneksi Jaringan Listrik!

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com :  Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus menunjukkan taringnya dalam memangkas ketimpangan energi. Melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pemprov Kaltim resmi memperluas jaringan listrik di delapan desa di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) guna mempercepat target 100% desa berlistrik.

Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, mengungkapkan bahwa upaya masif ini telah membuahkan hasil signifikan. Dari semula 110 desa yang gelap gulita di Kaltim, kini angka tersebut berhasil ditekan menjadi 73 desa.

“Capaian ini adalah komitmen nyata pemerintah untuk menghadirkan akses energi merata hingga ke pelosok. Kami ingin semua warga merasakan manfaat listrik tanpa terkecuali,” ujar Bambang di Samarinda, Kamis (26/2).

Membentang 38 Km: Delapan Desa Jadi Sasaran

Proyek perluasan jaringan PLN ini tidak main-main. Pemerintah membangun bentangan kabel sepanjang 38,356 kilometer untuk melistriki wilayah strategis di Kutim.

Berikut daftar desa yang kini tersambung jaringan listrik:

  • Kecamatan Kaubun: Desa Cipta Graha.
  • Kecamatan Bengalon: Desa Sepaso Barat.
  • Kecamatan Karangan: Desa Karangan Dalam & Karangan Ilir.
  • Kecamatan Kaliorang: Desa Bukit Makmur, Selangkau, Kaliorang, & Citra Manunggal Jaya.

Solusi Energi Terbarukan: 404 Unit PJUTS dan PLTS APDAL

Tak hanya mengandalkan jaringan PLN, Pemprov Kaltim juga bermain di sektor Energi Baru Terbarukan (EBT). Sebanyak 404 unit Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) disebar ke 10 desa guna memastikan keamanan mobilitas warga saat malam hari.

Khusus untuk kawasan yang terisolasi secara geografis, pemerintah mengalokasikan unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) APDAL:

  1. Desa Tanjung Mangkalihat: 100 unit.
  2. Desa Long Poq Baru: 125 unit.

Sinergi Infrastruktur untuk Ekonomi Desa

Pembangunan sektor kelistrikan ini menjadi pelengkap setelah Gubernur meresmikan Jembatan Nibung sebagai urat nadi mobilitas di Kutai Timur. Sinergi antara konektivitas jalan dan ketersediaan energi diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

“Dengan listrik yang menyala dan akses jalan yang terbuka, kami optimistis kualitas hidup masyarakat membaik dan roda ekonomi desa bakal berputar lebih kencang,” pungkas Bambang. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *