Subscribe

Tewas Teraniaya di Dalam Lapas, Dokter Forensik Ungkap Warga Binaan Lapas Balikpapan Alami Perdarahan Otak

2 minutes read

Balikpapan, nusaetamnews.com : Teka-teki kematian warga binaan Lapas Kelas IIA Balikpapan berinisial MH (40) akhirnya terkuak. Tim dokter forensik RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan memastikan korban tewas akibat kekerasan tumpul di kepala yang memicu perdarahan fatal pada otak.

Dokter forensik dr. Heryadi Bawono Putro menjelaskan, hasil autopsi menemukan resapan darah pada kulit kepala belakang bagian dalam sisi kiri yang membuktikan penganiayaan terjadi saat korban masih bernyawa.

Selain itu, tubuh korban dipenuhi luka memar di kepala, kelopak mata, telinga, hingga anggota gerak, serta luka robek di pelipis kanan.

Pemeriksaan bagian dalam kepala menunjukkan adanya perdarahan pada selaput otak mencapai volume 110 cc. Menurut Heryadi, perdarahan di atas 100 cc berakibat fatal karena menyumbat pasokan oksigen hingga membuat korban mengalami mati lemas.

Sementara itu, Wakapolresta Balikpapan AKBP Fauzan Arianto mengonfirmasi bahwa penanganan kasus ini telah resmi dinaikkan ke tahap penyidikan sejak laporan diterima pada 30 September 2026.

Sejauh ini, penyidik Polsek Balikpapan Selatan telah menginterogasi 13 saksi, terdiri dari 10 warga binaan dan 3 petugas lapas, serta mengamankan rekaman CCTV dan pakaian korban.

Hasil pemeriksaan awal mengungkap sempat terjadi dua kali perkelahian di kamar B7 Blok B1 Lapas Balikpapan pada rentang 29–30 September 2026. Saksi menyebut korban sempat dipukul, diinjak, dan mengalami benturan keras di kepala sebelum kondisinya drop hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia.

Polisi saat ini tengah mematangkan persiapan gelar perkara lanjutan guna menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab secara pidana atas tewasnya MH. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *