Subscribe

Tensi Memanas! Iran Ajukan 5 Syarat Jika AS Ingin Negosiasi, Trump Sebut Gencatan Senjata AS-Iran Berada di Ambang Kolaps!

3 minutes read

Istambul, nusaetamnews.com : Iran resmi memasang “tembok” tinggi bagi Amerika Serikat. Teheran menyatakan ogah berpartisipasi dalam negosiasi putaran kedua sebelum Washington memenuhi lima tuntutan utama sebagai jaminan pemulihan kepercayaan antar-kedua negara.Mengutip laporan Kantor Berita Fars, Selasa (12/5), lima syarat ini merupakan “jaminan minimum” yang bersifat absolut. Tanpa realisasi konkret dari poin-poin tersebut, Iran memastikan tidak akan ada obrolan baru di meja perundingan.5 Tuntutan ‘Harga Mati’ Iran:Gencatan Senjata Total: Mengakhiri perang di semua garda, dengan fokus utama di Lebanon.Hapus Sanksi: Pencabutan seluruh sanksi ekonomi yang menjerat Teheran.Cairkan Aset: Pengembalian aset-aset Iran yang selama ini dibekukan AS.Kompensasi Perang: Menuntut ganti rugi atas kerusakan yang terjadi selama konflik.Kedaulatan Selat Hormuz: Pengakuan internasional atas hak kedaulatan penuh Iran di wilayah strategis tersebut.Blokade Laut AS Jadi Penghambat UtamaKetegangan makin meruncing setelah Iran melayangkan protes keras melalui Pakistan selaku mediator. Teheran menilai keberlanjutan blokade laut oleh militer AS di Laut Arab dan Teluk Oman pasca-gencatan senjata adalah bukti nyata bahwa Washington tidak punya niat baik.Blokade tersebut dianggap sebagai pengkhianatan terhadap upaya damai dan semakin memperlebar jurang ketidakpercayaan (distrust) di pihak Teheran.Balasan Menohok untuk 14 Poin Usulan ASLangkah agresif Iran ini merupakan respons langsung atas 14 poin usulan yang sebelumnya disodorkan Amerika Serikat. Teheran menilai proposal Washington tersebut sangat berat sebelah dan “halusinasi” politik.Menurut sumber internal Iran, usulan AS dianggap sebagai upaya licik untuk mengamankan ambisi politik dan militer yang gagal mereka capai melalui peperangan di lapangan. Bagi Iran, negosiasi hanya akan dimulai jika ada perwujudan nyata dari lima syarat yang mereka ajukan, bukan sekadar janji di atas kertas.Trump Sebut Gencatan Senjata AS-Iran Ambang Kolaps!Sementara di Wasington, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan keras terkait nasib gencatan senjata dengan Iran yang telah berjalan beberapa pekan terakhir. Trump mengibaratkan kondisi perdamaian saat ini sedang dalam fase kritis atau “di bawah alat bantu hidup” (massive life support).Berbicara kepada jurnalis di Gedung Putih, Senin (11/5) waktu setempat, Trump menegaskan bahwa jalur diplomasi masih diupayakan, meski Washington secara terang-terangan menolak proposal terbaru dari Teheran.”Saya akan bilang gencatan senjata ini dalam kondisi sangat kritis (massive life support). Sangat lemah,” ujar Trump dengan nada skeptis.Polemik Uranium: Iran Dituding ‘Ingkar Janji’Trump mengecam keras respons Teheran terhadap rencana perdamaian Gedung Putih yang disebutnya “sama sekali tidak dapat diterima”. Salah satu poin krusial yang memicu kemarahan Washington adalah masalah penguasaan uranium yang telah diperkaya.Trump menuduh Iran mencoba bermain dua kaki terkait kesepakatan penyerahan uranium. Ia mengklaim Iran sempat setuju untuk menyerahkan uranium tersebut, namun mendadak berubah pikiran karena kesepakatan itu belum diformalkan dalam dokumen tertulis.”Mereka setuju dua hari lalu, tapi berubah pikiran karena belum tertulis. Sekarang mereka bilang saya boleh ambil uranium itu, tapi harus ambil sendiri,” cetus Trump.Masalahnya, uranium tersebut terkubur di bawah reruntuhan fasilitas nuklir Iran pascaserangan udara AS pada Juni 2025. “Situs itu sangat hancur. Hanya satu atau dua negara di dunia yang punya teknologi untuk mengevakuasi uranium dari sana,” tambah Trump.Siapkan ‘Project Freedom’ Jilid DuaDi tengah ketidakpastian ini, Trump memberikan sinyal kuat akan kembali menempuh jalur militer jika diplomasi buntu. Ia kini tengah mempertimbangkan untuk menghidupkan kembali Project Freedom—operasi militer AS yang dirancang khusus untuk mengawal kapal-kapal komersial keluar-masuk Selat Hormuz.”Kami sedang mempertimbangkan untuk memulai kembali operasional tersebut dengan cakupan yang lebih luas,” ungkap Trump kepada Fox News.Meskipun keputusan akhir belum diketok, tensi di lapangan terus mendidih. Dilaporkan, pasukan AS dan Iran masih terlibat aksi baku tembak sporadis di Selat Hormuz, meski status gencatan senjata secara teknis masih berlaku. Situasi ini menunjukkan bahwa perdamaian antara kedua negara berada di titik nadir. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *