Tawarkan Teluk Balikpapan bak Singapura di MIF 2026, Gubernur Rudy Mas’ud Obral Proyek IPRO dan Insentif Investasi Kaltim
Samarinda, nusaetamnews.com : Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menawarkan kawasan Teluk Balikpapan sebagai destinasi investasi global strategis yang memiliki keunggulan posisi dan infrastruktur layaknya Singapura di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Rudy saat membuka Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 di Hotel Fugo Samarinda. Ajang tahunan ini diselenggarakan atas kolaborasi Pemprov Kaltim, Bank Indonesia, dan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), serta dihadiri jajaran duta besar dan delegasi dagang dari sembilan negara sahabat.
Rudy memaparkan bahwa Balikpapan didukung kilang minyak terbesar di Indonesia berkapasitas 360.000 barel per hari, pelabuhan laut internasional, serta kedalaman perairan teluk yang sanggup disandari kapal kargo raksasa berbobot hingga 100.000 ton. Balikpapan juga diperkuat oleh ekosistem hilirisasi nikel, pengolahan batu bara, pembangkit listrik independen (IPP), pemurnian sawit, serta lokasinya yang berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Selain Balikpapan, Gubernur mempromosikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kutai Timur untuk sektor manufaktur, serta Kota Bontang untuk industri pengolahan gas, soda ash, dan kondensat. Tingginya aktivitas komoditas Kaltim—yang mencatatkan produksi batu bara 360 juta metrik ton dan CPO 5 juta ton per tahun—membuka peluang investasi besar di sektor armada logistik laut yang membutuhkan sedikitnya 1.000 unit kapal.
Pemprov Kaltim turut mendorong pengembangan ekonomi biru (blue economy) di sektor perikanan tangkap, budidaya, wisata bahari, dan energi terbarukan laut, sekaligus mengupayakan pembukaan jalur ekspor langsung (direct call) dari Balikpapan tanpa harus transit melalui Surabaya atau Jakarta.
MIF 2026 menyajikan 11 proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang telah dikurasi oleh Regional Investment Relations Unit (RIRU) Kaltim berbasis Peta Jalan Promosi Investasi 2026–2028.
Guna menarik modal asing dan domestik, Pemprov Kaltim menjamin kepastian berusaha melalui perizinan terintegrasi Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA) serta menyiapkan insentif fiskal dan nonfiskal berupa pemotongan retribusi daerah dan potongan sewa lahan di kawasan industri.
Realisasi investasi di Kalimantan Timur mencatatkan pertumbuhan positif, naik dari Rp76 triliun pada 2024 menjadi Rp87 triliun pada 2025, yang mengokohkan posisi Kaltim di jajaran sepuluh besar daerah tujuan investasi utama secara nasional. (ant/one)