Subscribe

Pemkab Penajam Paser Utara Sulap Hutan Kota Nipah-Nipah Jadi Destinasi Ekowisata dan Edukasi Herbal

2 minutes read

Penajam, nusaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara resmi memproyeksikan kawasan hutan kota di Kelurahan Nipah-Nipah sebagai pusat penelitian, ekowisata, sekaligus edukasi lingkungan. Langkah ini diambil untuk menciptakan ciri khas destinasi hijau yang menarik minat wisatawan sekaligus menjaga kelestarian alam setempat.

Kepala Bidang Perumahan, Permukiman dan Pertamanan Dinas Perkimtan Kabupaten Penajam Paser Utara, Khairil Achmad, menjelaskan bahwa kawasan ini dirancang lengkap dengan jalur khusus untuk memfasilitasi kegiatan observasi dan penelitian lapangan.

Daya tarik utama hutan kota seluas 15 hektare ini terletak pada keberadaan 36 jenis tumbuhan kerangas yang punya khasiat sebagai obat herbal alami. Beberapa spesies unik yang bisa ditemukan di antaranya kantung semar, senduduk, jungharab, hingga tabat barito. Keberadaan flora langka ini bikin hutan kota Nipah-Nipah tak cuma berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, tapi juga sarana belajar ilmu pengobatan herbal bagi para pengunjung.

Pengembangan kawasan ekowisata ini mengucurkan anggaran sekitar Rp5 miliar dengan deretan fasilitas pendukung yang mumpuni. Di antaranya terdapat pusat informasi sebagai layanan edukasi flora dan fauna, maket kawasan, jalur pejalan kaki sepanjang 1,1 kilometer untuk observasi, hingga menara pantau untuk memantau potensi kebakaran dan pergerakan satwa secara dini.

Guna memastikan paru-paru daerah ini tetap lestari, Pemkab Penajam Paser Utara telah menetapkan kawasan ini sebagai hutan lindung melalui surat keputusan resmi. Hal ini tergolong krusial mengingat ekosistem hutan kerangas tergolong langka karena tumbuh di atas tanah pasir kuarsa miskin hara.

Selain fasilitas edukasi, pengelola juga membangun kolam penampungan air seluas 100 meter persegi sebagai langkah antisipasi penanganan karhutla. Pengawasan ekstra ketat pun terus dilakukan karena karakteristik hutan kerangas tergolong sangat rentan terbakar dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk pulih kembali jika rusak. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *