Subscribe

Lindungi Anak dari Dampak Kabut Asap Karhutla, DP3A Kaltim Perkuat Pendampingan dan Koordinasi Lintas Sektor

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Kalimantan Timur memperkuat pendampingan dan pengawasan guna memastikan hak serta keselamatan anak-anak terjamin di tengah maraknya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala DP3A Kaltim, Syarifah Alawiyah, menjelaskan bahwa pihaknya mengintensifkan sinergi lintas instansi bersama Dinas Kesehatan, BPBD, serta dinas teknis di kabupaten dan kota untuk merespons dampak paparan asap terhadap kelompok rentan.

Salah satu fokus utama DP3A Kaltim saat ini adalah melakukan koordinasi dan verifikasi lapangan bersama Dinkes Samarinda terkait penelusuran fakta atas meninggalnya seorang balita di Palaran, Samarinda, pada 15 Oktober 2026 yang diindikasikan berkaitan dengan dampak karhutla.

Guna mencegah memburuknya risiko kesehatan anak, DP3A Kaltim gencar mengedukasi para orang tua melalui berbagai media agar disiplin memakaikan masker pada anak saat berada di luar ruangan serta menerapkan protokol kesehatan pernapasan.

Syarifah menggarisbawahi pentingnya komunikasi dua arah antara masyarakat dan pemerintah daerah guna memetakan kebutuhan riil di lapangan, termasuk penyediaan fasilitas ruang medis beroksigen bagi anak-anak yang terdampak.

Langkah perlindungan ini menjadi sangat mendesak mengingat akumulasi kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kalimantan Timur periode Januari hingga 16 Oktober 2026 telah menembus 326.999 kasus di 10 kabupaten/kota.

Tiga daerah mencatatkan konsentrasi kasus ISPA tertinggi yang menyumbang lebih dari 61 persen total kasus di Kaltim, yakni Kota Balikpapan (91.895 kasus), Kota Samarinda (65.982 kasus), dan Kabupaten Kutai Kartanegara (42.565 kasus).

Sementara itu, sebaran kasus pada tingkat menengah tercatat di Kabupaten Paser (32.176 kasus), Kutai Timur (30.070 kasus), dan Berau (26.721 kasus). Adapun wilayah lainnya mencatatkan angka yang relatif lebih rendah, yaitu Penajam Paser Utara (14.307 kasus), Kutai Barat (10.822 kasus), Kota Bontang (10.549 kasus), serta Mahakam Ulu (1.912 kasus). (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *