Lepas dari Tambang, Kutai Timur Bidik Pertumbuhan Ekonomi Hingga Enam Persen di 2027
Samarinda, nusaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten Kutai Timur makin serius menggenjot transformasi ekonomi daerah. Guna mengikis ketergantungan pada sektor ekstraktif seperti batu bara dan minyak, pemkab meracik strategi khusus untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi hingga menyentuh angka lima sampai enam persen pada 2027 mendatang.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa perubahan arah ekonomi ini menjadi fokus utama dalam pilar pembangunan daerah periode 2025–2029. Perubahan peta jalan ini terbilang krusial setelah laju ekonomi Kutim sempat merosot drastis ke angka 1,05 persen pada 2025, padahal setahun sebelumnya sempat melaju kencang di angka 9,82 persen. Meski begitu, sinyal pemulihan mulai terlihat setelah pertumbuhan ekonomi merangkak naik ke posisi 2,40 persen pada triwulan kedua 2026.
Melihat fluktuasi tersebut, Pemkab Kutim bakal mengalihkan fokus ke sektor berbasis sumber daya terbarukan agar struktur ekonomi daerah jauh lebih tahan banting. Lini bisnis yang dipacu meliputi sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan dan perikanan, pariwisata, industri pengolahan, hingga ranah ekonomi kreatif.
Guna menopang akselerasi sektor-sektor produktif tersebut, pemkab bakal memperkuat infrastruktur pendukung serta konektivitas antarwilayah. Ardiansyah menilai kekayaan alam dan keberagaman budaya Kutim harus dikelola secara bijak agar tak sekadar dieksploitasi, melainkan mampu memberikan nilai tambah secara berkesinambungan.
Target pertumbuhan ekonomi yang dipasang pun bukan cuma sekadar mengejar angka statistik. Pemkab Kutim berharap pergerakan ekonomi baru ini benar-benar membawa dampak langsung di lapangan, mulai dari membuka lapangan kerja baru, mendongkrak pendapatan warga, memperkuat UMKM lokal, hingga menekan angka kemiskinan secara signifikan. (ant/one)