Subscribe

Kasus DBD Kaltim Tembus 1.500-an, Dinkes Siapkan 3 Senjata Ini Buat “Lumpuhkan” Nyamuk

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com :Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kalimantan Timur (Kaltim) lagi butuh perhatian ekstra, nih. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim mencatat, sepanjang Januari hingga April 2026 aja, sudah ada 1.567 kasus DBD di Bumi Etam, bahkan dua di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Melihat pola kenaikan jumlah pasien yang selalu naik setiap tahun, Dinkes Kaltim nggak tinggal diam. Mereka langsung tancap gas menyiapkan tiga jurus jitu buat menekan angka penyebaran penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti ini.

“Langkah antisipasi tersebut mencakup vaksinasi, penguatan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dan implementasi teknologi Wolbachia demi menekan demam berdarah dengue,” kata Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kaltim, dr. Eryariyatin, Jumat (15/5).

Kenali Musuh: Nyamuk DBD Nggak Main Malam!

Ada fakta menarik yang perlu kamu tahu biar nggak salah kaprah. Dokter Eryariyatin nge-spill kalau nyamuk Aedes aegypti punya jam kerja yang spesifik banget. Nyamuk ini biasanya aktif terbang dan menggigit manusia pada pagi dan sore hari saja.

Jadi, kalau kamu digigit nyamuk pas malam hari, jangan panik dulu. Kemungkinan besar itu jenis nyamuk lain, karena si pembawa virus dengue ini justru cenderung “bobok manis” alias gak aktif saat hari sudah gelap.

3 “Senjata Utama” Dinkes Kaltim Melawan DBD

Biar terhindar dari vibe horor DBD, ini dia tiga langkah taktis yang lagi digencarkan pemerintah:

  • Vaksinasi DBD: Sekarang udah ada vaksin DBD sebagai proteksi tambahan, lho. Kamu bisa mendapatkannya di berbagai fasilitas kesehatan atau rumah sakit terdekat.
  • Gerakan PSN 3M Plus: Ini cara klasik tapi paling ampuh! Jangan malas buat menguras, menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas biar nggak jadi playground jentik nyamuk.
  • Teknologi Wolbachia: Ini dia inovasi keren! Nyamuk Aedes aegypti bakal disisipi bakteri Wolbachia yang bisa melumpuhkan virus dengue di dalam tubuh mereka. Efeknya? Potensi penularan ke manusia bisa dicegah secara efektif.

Notes penting: Dinkes Kaltim juga meminta masyarakat buat nggak kemakan hoaks di media sosial soal dampak negatif teknologi Wolbachia ini. Program ini aman dan sudah teruji secara ilmiah, ya!

Mulai dari Kamar Sendiri!

Pada akhirnya, dokter Eryariyatin mengingatkan kalau DBD itu penyakit yang sangat bisa dicegah, asalkan kita mau mengubah perilaku dan peduli sama kebersihan.

Nggak usah muluk-muluk, pencegahan harus dimulai dari lingkup paling kecil: diri sendiri dan kamar atau rumah masing-masing. Pastikan nggak ada genangan air yang luput dari perhatian. Stay safe and clean, guys! (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *