Subscribe

Kanwil Kemenham Kaltim Tegaskan Lubang Tambang Terbuka Pelanggaran Hak Hidup, 53 Nyawa Melayang

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) Kalimantan Timur menegaskan bahwa pembiaran lubang bekas galian tambang yang menganga di wilayah Kaltim merupakan bentuk pelanggaran nyata terhadap hak hidup masyarakat.

Kepala Kanwil Kemenham Kaltim, Umi Laili, menyoroti penanganan lubang tambang yang harus menempatkan kepentingan terbaik bagi anak sebagai prioritas utama, terutama dalam menjamin hak dasar untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan mendapat perlindungan.

Pernyataan keras tersebut disampaikan merespons data memprihatinkan yang mencatat sebanyak 53 orang telah kehilangan nyawa akibat tenggelam di lubang bekas galian tambang di Kalimantan Timur, dengan mayoritas korban merupakan anak-anak.

Berdasarkan data Dinas ESDM Kaltim, terdapat sedikitnya 537 lubang bekas tambang (void) yang tersebar di wilayah Kaltim. Kabupaten Kutai Kartanegara mencatatkan jumlah terbanyak dengan 264 lubang tambang yang belum ditutup.

Umi menggarisbawahi bahwa setiap lubang galian yang dibiarkan tanpa pengamanan adalah ancaman jiwa yang berulang dan tidak bisa lagi ditoleransi. Menurutnya, penegakan aturan tidak boleh berhenti pada pemberian sanksi administratif semata.

Menanggapi tragedi kemanusiaan ini, Kanwil Kemenham Kaltim menggandeng aparat penegak hukum, akademisi, organisasi masyarakat sipil, hingga pemerhati perlindungan anak untuk mendesak langkah konkret segera. Aksi mendesak tersebut meliputi validasi data izin perusahaan, pengamanan fisik di area berisiko, restorasi lingkungan, serta pendampingan menyeluruh bagi keluarga korban.

Kemenham Kaltim juga menuntut adanya transparansi informasi terkait izin usaha pertambangan dan keterbukaan penggunaan dana jaminan reklamasi guna mencegah jatuhnya korban baru. Sinergi pengawasan bersama pemerintah daerah serta penerapan prinsip Bisnis dan HAM secara konsisten akan terus didorong demi menghentikan ancaman keselamatan warga di sekitar area tambang. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *