Kaltim Darurat Sampah 880 Ribu Ton: Pemprov Gercep ‘Rebranding’ Bank Sampah & Target Hapus Open Dumping
Samarinda, nusaetamnews.com : Kalimantan Timur tengah menghadapi tantangan besar soal limbah. Dengan volume sampah yang menembus angka fantastis 880.142 ton per tahun, Pemprov Kaltim kini tancap gas memperkuat tata kelola sampah dari hulu ke hilir demi menekan emisi gas rumah kaca.
Salah satu jurus andalannya adalah menghidupkan kembali 372 unit bank sampah sebagai garda terdepan pengelolaan limbah berbasis masyarakat.
“Kami memfasilitasi 372 bank sampah sebagai forum koordinasi untuk mengidentifikasi capaian, kendala, hingga kebutuhan daerah agar pengelolaan sampah jauh lebih efisien,” ujar Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kaltim, Andi Sitti Asti Suriaty, Senin (4/5/2026).
PR Besar: 519 Ribu Ton Sampah Belum Terkelola
Data menunjukkan kondisi yang cukup mendesak. Dari total timbulan sampah tahunan, sekitar 519.423 ton di antaranya ternyata belum terkelola dengan baik. Jika dibiarkan, tumpukan sampah ini bakal jadi “bom waktu” bagi kualitas lingkungan di Kaltim.
Asti menekankan, kunci utama perubahan ada pada habit masyarakat. Masalahnya, kesadaran untuk memilah sampah organik dan anorganik dari rumah tangga masih tergolong rendah.
“Padahal kalau sudah terpilah dari sumbernya, sampah itu punya nilai ekonomi tinggi karena lebih mudah masuk ke industri daur ulang. Intinya, waste to money,” jelasnya.
Good Bye ‘Open Dumping’, Welcome ‘Sanitary Landfill’
Tak hanya fokus di level rumah tangga, Pemprov Kaltim juga memasang target ambisius di level hilir. Paling lambat akhir 2026, sistem pembuangan sampah terbuka atau open dumping yang berbau menyengat dan merusak lingkungan harus dihapus total.
Sebagai gantinya, kabupaten dan kota wajib menerapkan:
- Sanitary Landfill: Sistem pembuangan sampah yang lebih aman dan terstruktur.
- Teknologi Ramah Lingkungan: Inovasi yang mampu mereduksi emisi gas rumah kaca secara efektif.
Sinergi Bareng Akademisi demi Masa Depan
Dalam mengeksekusi misi hijau ini, DLH Kaltim menggandeng akademisi dari Universitas Mulawarman untuk pendampingan teknis. Fokus utamanya adalah memperkuat Forum Komunikasi Bank Sampah di wilayah heavy producer seperti Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat transfer knowledge soal manajemen limbah yang profesional. Dengan regulasi yang makin kuat, Kaltim siap bertransformasi menjadi daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yang bersih, profesional, dan minim emisi. (ant/one)