Subscribe

Jangan Tunggu Sakit, Kaltim Ubah Arah Pembangunan

2 minutes read

Nusantara, nusaetamnews.com : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai mendorong perubahan besar dalam pembangunan kesehatan. Orientasi pelayanan yang selama ini banyak berkutat pada pengobatan harus digeser menuju pencegahan sejak dini.Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud menegaskan pendekatan promotif dan preventif menjadi kunci untuk menghadapi tantangan kesehatan yang semakin kompleks.“Pendekatan promotif dan preventif harus diperkuat, dengan bergeser dari paradigma mengobati menjadi mencegah. Persakmi harus menjadi motor penggerak upaya ini,” tegas Rudy saat membuka Rapat Kerja Daerah Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Kaltim di Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (29/8/2026).Menurutnya, persoalan kesehatan di Kaltim tidak bisa lagi ditangani dengan pola yang sama. Stunting, penyakit tidak menular, kesehatan ibu dan anak, tuberkulosis (TBC), HIV hingga persoalan lingkungan membutuhkan pencegahan yang terencana dan berbasis data.Pemerintah, kata dia, membutuhkan dukungan kalangan profesional untuk memetakan persoalan sekaligus merumuskan solusi yang benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.Karena itu, Persakmi didorong tidak sekadar menjadi organisasi profesi, tetapi ikut masuk dalam proses perumusan kebijakan kesehatan.Rudy berharap Persakmi dapat memberikan kajian, rekomendasi dan gagasan baru, mulai dari sistem pelayanan kesehatan hingga strategi membangun masyarakat yang lebih sehat.“Persakmi bukan hanya organisasi profesi, tetapi dapat menjadi think tank, partner sekaligus agent of change dalam pembangunan kesehatan masyarakat,” ujarnya.Tantangan lain yang tak kalah penting adalah pemerataan layanan. Luasnya wilayah Kaltim membuat akses kesehatan belum bisa dipandang dengan pendekatan yang sama antara perkotaan dan daerah terpencil.Pemerataan tenaga kesehatan, peningkatan kompetensi, penguatan fasilitas serta pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting agar masyarakat di wilayah sulit dijangkau tetap mendapatkan layanan kesehatan berkualitas.Terlebih, pembangunan IKN membawa perubahan besar terhadap Kaltim. Arus mobilitas penduduk, pertumbuhan ekonomi, perubahan demografi hingga tekanan terhadap lingkungan akan ikut melahirkan tantangan kesehatan baru.Menurut Harum, perubahan tersebut harus diantisipasi sejak sekarang, bukan setelah persoalan muncul.“Era transformasi dan digital harus kita manfaatkan sebagai peluang untuk membangun sistem kesehatan yang modern, inklusif dan berkelanjutan,” katanya.Melalui Rakerda Persakmi Kaltim, Rudy berharap lahir kajian dan rekomendasi berbasis data yang dapat menjadi pijakan pemerintah dalam menentukan kebijakan kesehatan.Dengan demikian, pembangunan kesehatan Kaltim tidak hanya sibuk menangani masyarakat yang sudah sakit, tetapi semakin kuat mencegah masyarakat jatuh sakit.Rapat tersebut mengangkat tema Strategi Penguatan Eksistensi Organisasi yang Adaptif, Inovatif di Era Transformasi dan Digital. Hadir Anggota Komisi VI DPR RI Hj Sarifah Suraidah, Deputi Sosbud Otorita IKN Alimuddin, Ketua Umum Persakmi Pusat Prof Aminudin Syam dan Ketua Umum Persakmi Kaltim Masitah (lie)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *