Jangan Sepelekan Gigitan Hewan, Dinkes Kaltim Ingatkan Penanganan Cepat Bebas Rabies
Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mengingatkan warga agar tidak menyepelekan sekecil apa pun luka akibat gigitan maupun cakaran dari hewan penular rabies. Penanganan medis yang cepat dan tepat wajib segera dilakukan untuk mencegah risiko fatal.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi Muhammad Ishak menjelaskan bahwa rabies merupakan infeksi virus berbahaya yang menyerang sistem saraf manusia. Penyakit ini berpotensi fatal jika terlambat ditangani, di mana penularan utamanya dipicu oleh gigitan hewan seperti anjing, kucing, hingga kera yang terinfeksi.
Andi mengungkapkan, langkah pertolongan pertama yang paling krusial saat terkena gigitan atau cakaran hewan adalah mencuci luka menggunakan sabun dan air mengalir selama 15 menit.
Ia juga mengimbau warga untuk tidak mengoleskan bahan-bahan tradisional atau ramuan tertentu yang tidak teruji secara medis pada bekas luka. Setelah pembersihan awal, warga disarankan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan evaluasi medis serta suntikan vaksin anti-rabies (VAR) maupun serum anti-rabies (SAR) sesuai tingkat keparahan luka.
Guna mengantisipasi kasus tersebut, Pemprov Kaltim telah menyiagakan ketersediaan stok vaksin serta mengoptimalkan peran Rabies Center di puskesmas dan rumah sakit daerah.
Di sisi lain, pemilik hewan peliharaan diingatkan akan kewajiban moral untuk rutin memberikan vaksinasi anti-rabies secara berkala. Masyarakat juga dianjurkan tidak melepasliarkan hewan peliharaan secara bebas dan menghindari kontak dengan hewan liar yang menunjukkan perilaku tidak biasa.
Pemprov Kaltim terus memperkuat sinergi intersektoral melalui pendekatan One Health bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Dinas Kesehatan Kaltim. Kesadaran bersama dan respons cepat masyarakat dalam melakukan pertolongan pertama menjadi kunci utama untuk mewujudkan Kaltim bebas dari ancaman rabies. (ant/one)