Inovasi Masjid Berdaya: Saat Tempat Ibadah Jadi Pusat Literasi Digital di Kalimantan
Balikpapan, nusaetamnews.com : Peran masjid kini makin berkembang seiring berjalannya waktu. Melalui program Masjid Berdaya, tempat ibadah tidak cuma dipakai buat sarana ibadah ritual, tapi juga didorong jadi pusat kegiatan komunitas dan ruang belajar literasi digital buat warga sekitar.
Guna mendukung gerakan tersebut, jaringan internet dimanfaatkan untuk mengakses ragam materi pendidikan, ilmu agama, hingga topik sosial kemasyarakatan.
Ustaz Hamdani dari Masjid dan Pesantren Darussalam Borneo Paradiso Balikpapan mengungkapkan bahwa pada zaman Rasulullah, fungsi masjid memang mencakup ruang pendidikan dan pusat aktivitas warga. Menurutnya, kehadiran koneksi internet saat ini makin memperkuat peran sejarah tersebut.
Dukungan konkret juga datang dari pihak swasta. EVP Head of Region Kalimantan Indosat Ooredoo Hutchison, Sugiyanto, menyerahkan bantuan hibah modem HiFi Air untuk Masjid Darussalam. Fasilitas ini langsung dimanfaatkan para santri dan jamaah buat nonton bareng siaran langsung cerdas cermat Al Quran pada ajang MTQ Nasional yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah.
Masjid Darussalam sendiri merupakan satu dari 160 masjid yang menerima manfaat program ini. Sebarannya mencakup wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, hingga Kalimantan Utara.
Sugiyanto menjelaskan bahwa penyediaan akses internet di rumah ibadah bertujuan untuk menyokong berbagai kegiatan positif yang sudah berjalan di masyarakat. Pihaknya berharap konektivitas ini bisa memberikan dampak praktis bagi komunitas sekaligus membuka peluang belajar yang lebih luas.
Bukan cuma bagi-bagi modem, program ini juga dilengkapi dengan pendampingan literasi digital dan pengenalan teknologi dasar bagi jamaah serta pengurus masjid. Materi yang diberikan meliputi pemanfaatan teknologi hingga pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI secara produktif untuk pencarian informasi.
Menariknya, jangkauan program ini juga menyasar wilayah perbatasan dan area terdepan Kalimantan, seperti Kabupaten Malinau dan Nunukan di Kalimantan Utara, serta Kapuas Hulu di Kalimantan Barat. Langkah ini diambil demi meratakan akses informasi sekaligus memangkas kesenjangan digital antara daerah pelosok dan perkotaan.
Melalui terobosan ini, masjid diharapkan tak hanya berdiri sebagai benteng spiritualitas, melainkan juga tampil sebagai motor penggerak kemajuan sosial bagi masyarakat sekitarnya. (ant/one)