Subscribe

Gubernur Kaltim Minta Perusahaan Sawit KLK Berhad Prioritaskan Kesejahteraan Pekerja dan Warga Sekitar

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kaltim wajib memprioritaskan kesejahteraan para pekerja serta masyarakat di sekitar area operasional, bukan sekadar mengejar keuntungan semata.

Hal tersebut ditegaskan Gubernur saat menerima audiensi manajemen perusahaan perkebunan kelapa sawit asal Malaysia, Kuala Lumpur Kepong Berhad (KLK), di Rumah Jabatan Gubernur Kaltim di Samarinda.

Rudy meminta pihak perusahaan tidak hanya membangun fasilitas operasional internal, tetapi juga menyediakan fasilitas umum yang memadai bagi karyawan dan warga lokal, seperti rumah ibadah untuk menampung keberagaman agama pekerja.

Selain fasilitas fisik, Gubernur menyoroti ketertiban administrasi kependudukan. Ia mengimbau agar para buruh perkebunan yang mayoritas berasal dari luar daerah dan telah menetap minimal dua tahun segera didaftarkan ke Disdukcapil setempat.

Pemprov Kaltim juga mewajibkan manajemen menjamin seluruh tenaga kerja dalam program BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Untuk kemudahan transaksi keuangan daerah, Rudy mendorong agar seluruh karyawan KLK Berhad diarahkan menjadi nasabah Bankaltimtara, dengan kesiapan pemda membangun jaringan kantor kas di area konsesi.

Audiensi tersebut berlangsung di tengah sorotan publik terhadap salah satu anak usaha KLK Group di Kutai Timur, yakni PT Sinergi Agro Industri (SAI), yang ditengarai melakukan pembendungan aliran Sungai Susuk di Kecamatan Sandaran sejak awal Oktober 2026. Penimbunan alur sungai tersebut memicu krisis air bersih bagi warga Desa Susuk Dalam dan kini sedang diusut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim serta TGUPP dengan ancaman sanksi administratif hingga denda.

Sementara itu, Senior General Manager KLK Berhad, Thomas, memaparkan bahwa perusahaannya saat ini mengelola areal perkebunan sawit seluas 50.000 hingga 85.000 hektare yang tersebar di Kabupaten Kutai Timur, Kutai Barat, dan Berau, dengan menyerap sekitar 12.000 tenaga kerja.

Thomas menambahkan, KLK Berhad mengoperasikan rantai industri hilir terintegrasi yang mencakup kilang minyak sawit (refinery), pabrik oleokimia, dermaga logistik, hingga pembangkit listrik mandiri untuk mendukung ekspor produk turunan sawit. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *