Subscribe

Bidik Bauran Energi Bersih 79 Persen pada 2045, Kaltim Optimalkan Potensi EBT 20 Ribu Megawatt

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai tancap gas menggeser orientasi ekonominya dari ketergantungan pada sektor ekstraktif. Pemprov Kaltim membidik pemanfaatan potensi energi baru terbarukan raksasa hingga 20.026 megawatt demi memperkuat struktur ekonomi hijau daerah.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan bahwa kekayaan fosil seperti batu bara dan migas harus ditransformasikan menjadi industri bernilai tambah yang berkelanjutan. Berdasarkan Rencana Umum Energi Daerah, potensi EBT Kaltim didominasi oleh energi surya sebesar 13.479 MW, disusul energi air 2.118 MW, bioenergi 1.086 MW, serta angin 212 MW.

Langkah transisi ini terbilang mendesak mengingat sektor pertambangan masih mendominasi Produk Domestik Regional Bruto Kaltim hingga 34,18 persen pada 2025. Di sisi lain, realisasi bauran EBT saat ini baru menyentuh angka 12,14 persen. Pemprov Kaltim pun memasang target kenaikan bauran EBT menjadi 19,06 persen pada 2027, serta membidik porsi 79 persen pada 2045 mendatang.

Kesiapan pasokan energi hijau ini juga menjadi prioritas krusial untuk menopang kebutuhan Ibu Kota Nusantara sebagai kota hutan pintar berdaya bersih. Di lapangan, Pemprov Kaltim telah mengoperasikan PLTS di 65 desa pedalaman yang belum terjangkau PLN, sekaligus mematangkan wacana pemanfaatan lahan bekas tambang batu bara menjadi proyek PLTS terapung.

Selain fokus pada transisi energi, Seno menekankan penguatan Pendapatan Asli Daerah melalui optimalisasi BUMD, hak pengelolaan participating interest 10 persen, hingga integrasi rantai pasok lokal di kawasan industri besar. Langkah ini diambil agar seluruh potensi ekonomi daerah benar-benar berdampak pada pembukaan lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat Kaltim secara berkelanjutan.(ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *