Subscribe

Bakal Jadi Pahlawan Nasional Kedua Kaltim? Sultan Ibrahim Chaliluddin dari Paser Resmi Diajukan ke Pusat!

2 minutes read

SAMARINDA – Kalimantan Timur selangkah lagi bakal punya pahlawan nasional baru. Pemerintah Provinsi Kaltim secara resmi mengajukan Sultan Ibrahim Chaliluddin dari Kesultanan Paser kepada Kementerian Sosial untuk menyandang gelar kehormatan tersebut pada tahun 2026 ini.

Saat ini, status pengajuannya sudah masuk tahap serius. Dokumen sudah lengkap, bahkan syarat “keramat” berupa seminar nasional pun sudah dilewati.

Si “Pemberontak Berbahaya” yang Bikin Belanda Ketar-ketir

Kenapa nama Sultan Ibrahim Chaliluddin begitu spesial? Berdasarkan catatan sejarah, beliau adalah pemimpin yang paling dibenci pemerintah kolonial Belanda. Sikapnya yang keras dan menolak tunduk pada penjajahan bikin dia dicap sebagai pemberontak yang sangat berbahaya.

Ujung dari perjuangan gigihnya, Sang Sultan ditangkap dan dibuang (diasingkan) ke Cianjur, Jawa Barat, hingga akhir hayatnya. Menariknya, dokumen-dokumen asli perjuangannya—termasuk arsip era Hindia Belanda—tersimpan rapi oleh ahli warisnya, Adjie Benni Syarief Fiermansyah Chaliluddin, yang kini menetap di Cianjur.

Mengejar Deadline Maret 2026

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Kaltim, Sukariamat, menjelaskan bahwa timnya sedang bekerja kilat untuk menyerahkan seluruh berkas fisik ke Jakarta sebelum deadline Maret mendatang.

“Kami berharap dengan arsip sejarah yang kuat, mulai dari kliping koran lawas sampai naskah kuno, Sultan Chaliluddin bisa menyusul Sultan Aji Muhammad Idris sebagai pahlawan nasional kedua dari Kaltim,” ungkap Sukariamat, Senin (19/1/2026).

Bukan Cuma Sultan Paser, Ada Nama Lain Juga!

Selain Sultan Ibrahim Chaliluddin, ternyata ada beberapa nama pejuang Kaltim lainnya yang sedang masuk radar:

  • Raja Alam (Kerajaan Sambaliung): Sudah diajukan oleh Pemkab Berau.
  • Muso Salim (Kutai Kartanegara): Baru tahap komunikasi lisan dengan keturunannya.
  • Abdoel Moeis Hassan: Sempat diajukan, namun prosesnya sedikit terhambat karena tim peneliti masih berburu data autentik aktivitas perjuangannya di periode 1934-1964.

Mengapa Ini Penting?

Selama ini, Kaltim baru memiliki satu pahlawan nasional, yakni Sultan Aji Muhammad Idris (Kesultanan Kutai Kartanegara). Penambahan Sultan Ibrahim Chaliluddin bukan sekadar soal gelar, tapi tentang mengakui peran besar tokoh Kaltim dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *