Subscribe

“No Point to Return”: Prabowo Tancap Gas di IKN, DPR Sebut Ini Pesan Politik Kuat!

2 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com : Spekulasi soal nasib Ibu Kota Nusantara (IKN) akhirnya terjawab lunas. Kunjungan perdana Presiden Prabowo Subianto ke IKN pada Senin (12/1) kemarin disebut bukan sekadar “jalan-jalan” dinas, melainkan sinyal politik kuat bahwa megaproyek ini bakal lanjut terus.

Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menegaskan kalau kehadiran Prabowo di sana adalah bukti nyata dukungan penuh pemerintah.

🚩 Bukan Sekadar Meninjau, Tapi Komitmen

Rifqi menyebut kunjungan ini sebagai “pesan politik kedua” dari sang Presiden. Sebelumnya, Prabowo sudah kasih kode keras lewat Perpres Nomor 79 Tahun 2025 yang intinya menargetkan IKN resmi jadi ibu kota politik Indonesia pada 2028.

“Kita senang, itu pesan politik. Presiden ingin menunjukkan bahwa beliau bukan sekadar meninjau, tapi memberikan perhatian khusus ke IKN,” ujar Rifqi di Senayan, Selasa (13/1).

Anggaran Rp100 Triliun: Sayang Kalau Jadi Pajangan

DPR menegaskan nggak ada kata putar balik buat IKN. Dengan anggaran yang sudah disahkan menyentuh angka Rp100 triliun, bakal jadi langkah yang sangat mubazir kalau IKN nggak segera dimanfaatkan secara maksimal.

Rifqi juga menyinggung soal fasilitas yang sudah siap tapi masih “nganggur”:

  • Fasilitas Hunian: Sudah ada rusun siap pakai buat 15 ribu orang.
  • Status ASN: Strategi pemindahan dan blueprint kementerian sudah di tangan Menteri PANRB, tinggal nunggu “lampu hijau” dari Presiden.

“Saya kira setelah Presiden mengecek sendiri semalam, keputusan (pemindahan ASN) bisa segera dibuat. Mubazir kalau sudah ada rusun tapi belum ditempati,” tambah Rifqi.

 Agenda Maraton Sang Presiden

Kunjungan Prabowo ke IKN kali ini terbilang cukup padat. Setelah melakukan rangkaian kerja di Banjarbaru (Kalsel) dan Balikpapan (Kaltim), Helikopter Super Puma yang membawa Presiden mendarat mulus di depan Istana Garuda menjelang petang.

Kehadiran fisik Prabowo di Istana Garuda seolah membungkam narasi miring yang menyebut IKN sebagai proyek “mubazir”. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *