Subscribe

Waspada! Kaltim Catat 1.018 Kasus HIV di 2025: Dinkes Gencarkan Skrining Jemput Bola

2 minutes read

SAMARINDA, nusaetamnews.com: Data HIV di Kalimantan Timur (Kaltim) memicu perhatian serius! Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim mencatat penemuan 1.018 kasus positif HIV sepanjang tahun 2025, tersebar di berbagai daerah.

Meskipun angka ini tergolong tinggi, Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, berharap ini bukan kasus baru, melainkan kasus lama yang baru terdeteksi berkat upaya skrining yang semakin agresif.

“Di tahun 2025, kita menemukan 1.018 kasus. Mudah-mudahan ini bukan kasus baru, tetapi kasus lama yang baru ditemukan,” kata Jaya, Sabtu, saat Peringatan Hari AIDS Internasional.

Tiga Kota Dominasi Angka Temuan

Tingginya angka penemuan ini adalah bukti bahwa skrining kesehatan yang dilakukan pemerintah semakin gencar. Namun, kasus tertinggi masih didominasi oleh tiga wilayah padat penduduk:

  1. Kota Samarinda
  2. Kota Balikpapan
  3. Kabupaten Kutai Kartanegara

Strategi Jemput Bola: Ibu Hamil Hingga Calon Pengantin

Pemerintah Kaltim kini menerapkan kebijakan pemeriksaan yang jauh lebih proaktif dan jemput bola. Kelompok sasaran yang kini wajib menjalani skrining pun diperluas, mulai dari ibu hamil hingga pasangan calon pengantin.

“Langkah jemput bola melalui skrining masif ini bertujuan agar pengidap positif dapat segera diketahui statusnya untuk langsung mendapatkan intervensi pengobatan,” jelas Jaya.

Tujuan utama deteksi dini ini adalah agar virus dapat segera ditekan perkembangannya melalui obat Antiretroviral (ARV). Pengobatan yang cepat dan tepat sasaran adalah kunci utama untuk memutus mata rantai penularan. Semua pasien yang terdeteksi tahun ini dipastikan sudah mendapat penanganan medis penuh.

Jangan Takut! Kerahasiaan Identitas Dijamin

Jaya Mualimin mengimbau masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri secara sukarela ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan.

“Kerahasiaan identitas dan akses pengobatan dijamin sepenuhnya oleh pemerintah. Kami berharap partisipasi publik dalam deteksi dini terus meningkat demi menekan risiko munculnya infeksi baru di masa depan,” tegasnya. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *