Anti Stigma! OIKN Gercep Lindungi Warga Nusantara dari HIV/AIDS, Target Cetak Manusia Tangguh!
Nusantara, nusaetemnews.com : Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) serius banget memagari IKN dari ancaman penyakit menular. Fokus utamanya? Mencegah penularan HIV/AIDS sebagai bagian dari komitmen mencetak manusia IKN yang sehat dan tangguh, siap meningkatkan skill mereka tanpa henti!
Direktur Pelayanan Dasar OIKN, Suwito, mengungkapkan bahwa upaya ini diwujudkan dengan peningkatan literasi kesehatan secara aktif.
“Dalam hal ini kami sering melakukan peningkatan literasi kesehatan, salah satunya dengan menggelar workshop pencegahan HIV/AIDS, seperti yang kami gelar dua hari lalu di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara,” kata Suwito di Nusantara, Rabu.
Kesadaran Kolektif Jauhi Risiko
Suwito menekankan bahwa kesadaran kolektif itu krusial. Baik masyarakat maupun pemerintah harus aware terhadap bahaya penyakit menular dan pentingnya deteksi dini. Tujuannya, agar semua elemen bisa sama-sama menjauhi berbagai faktor risiko penularan HIV/AIDS.
- Komitmen OIKN: Lokakarya ini adalah bukti bahwa OIKN ingin membangun Nusantara tidak hanya sebagai kota cerdas dan hijau, tetapi juga sehat dan tangguh secara sosial.
- Target Sosial: Meningkatkan kesadaran pencegahan dini dan, yang paling penting, menghapus stigma terhadap penderita HIV/AIDS.
- Ruang Terbuka: Kegiatan ini menjadi wadah diskusi terbuka dengan tenaga medis mengenai isu-isu kesehatan kritis.
Fakta Global yang Mengerikan
Kewaspadaan ini diperkuat oleh fakta dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Ahli Kesehatan Kemenkes, Pratono, mengingatkan bahwa status Indonesia di kancah dunia tidak main-main:
“Indonesia saat ini menempati peringkat ke-14 dunia dalam jumlah orang yang hidup dengan HIV (ODHIV).”
Dengan posisi yang mengkhawatirkan ini, Pratono menekankan pentingnya memperkuat sistem pengendalian HIV/AIDS, termasuk melalui proses screening kesehatan, yang dapat didukung oleh lembaga seperti Palang Merah Indonesia (PMI).
Fenomena ‘Gunung Es’ di Sepaku
Sementara itu, dr. Jumria T. Panggalo dari RSUD Sepaku, Penajam Paser Utara, memberikan ilustrasi yang bikin waspada: fenomena HIV/AIDS itu layaknya gunung es.
Kasus yang terdeteksi dan terlihat di permukaan hanyalah sebagian kecil. Lebih banyak kasus yang tersembunyi di bawah permukaan karena banyak orang yang tidak menyadari dirinya sudah membawa virus, terutama pada fase-fase awal penyebaran.
“Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya sudah membawa virus ini. Apalagi biasanya, hal ini terjadi pada fase-fase awal penyebaran virus ke dalam tubuh, sehingga semua pihak harus selalu meningkatkan kewaspadaan,” kata dr. Jumria. (ant/one)