Subscribe

Jalan Tering–Ujoh Bilang Dipoles Rp90 Miliar, Warga Hulu Mahakam Berharap Akses Long Pahangai Ikut Tersentuh

2 minutes read

Mahulu, nusaetamnews.com : Mahakam Ulu, Kalimantan Timur – Kabar baik buat warga Kalimantan Timur, khususnya yang sering lalu lalang di area Mahakam Ulu dan Kutai Barat. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat Provinsi Kaltim (DPUPR-Pera Kaltim) kembali melanjutkan proyek perbaikan akses darat. Tahun ini, pemerintah mengucurkan anggaran senilai Rp90 miliar buat membenahi ruas jalan dari batas Tering di Kutai Barat menuju Ujoh Bilang di Mahakam Ulu.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR-Pera Kaltim, Muhammad Muhran, menjelaskan bahwa total panjang jalur yang menghubungkan Tering dan Ujoh Bilang mencapai 136 kilometer. Dari total tersebut, alokasi APBD Kaltim tahun ini difokuskan untuk memuluskan jalan sepanjang 41 kilometer.

Upaya ini sebenarnya merupakan pengerjaan lanjutan. Pada 2025 lalu, Pemprov Kaltim sudah menggarap perbaikan sepanjang 23,91 kilometer menggunakan perkerasan beton atau rigid pavement. Sisanya, sekitar 7,65 kilometer, diselesaikan pada 2026. Penanganan berkala ini dilakukan bertahap sejak 2023 agar mobilitas masyarakat dari Kutai Barat ke Ujoh Bilang di Kecamatan Long Bagun bisa jauh lebih singkat dan nyaman.

Sentimen positif pun berdatangan dari pemerintah setempat. Camat Long Pahangai, Thomas Ding, menyampaikan apresiasinya atas progres perbaikan akses ini. Jalur yang makin memadai jelas memangkas waktu perjalanan warga secara signifikan.

Meski begitu, Thomas juga menyuarakan harapan warga di wilayahnya. Saat ini, jalur sepanjang 160 kilometer yang menghubungkan Long Bagun ke Long Pahangai masih didominasi tanah dan kondisinya cukup memprihatinkan. Keterbatasan akses darat ini berdampak langsung pada meroketnya harga kebutuhan pokok di hulu. Bahkan, harga beras ukuran 25 kilogram di kawasan Long Pahangai sempat menyentuh angka Rp1 juta.

Situasi makin menantang ketika musim kemarau tiba. Debit air Sungai Mahakam yang surut drastis membuat sarana transportasi air seperti speedboat dan longboat tak bisa melintas untuk mengangkut kebutuhan logistik.

Melihat kondisi tersebut, Thomas berharap pemprov bisa mengalokasikan perbaikan jalan ke Long Pahangai secara bertahap. Menurutnya, pengerjaan tidak harus langsung selesai dalam satu waktu. Target 10 hingga 15 kilometer per tahun dinilai sudah sangat membantu, sehingga dalam jangka satu dekade jalur tersebut bisa sepenuhnya terhubung.

Warga di kawasan hulu Mahakam pada dasarnya hanya menginginkan akses transportasi yang layak. Jika jalan terhubung dengan baik, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat, mulai dari harga barang yang lebih terjangkau, perputaran ekonomi lokal yang makin lancar, hingga kemudahan akses layanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan penanganan darurat. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *