Subscribe

Kapolda Kaltim Akui Anggotanya Arogan, Minta Maaf dan Janji Jatuhkan Sanksi

2 minutes read

SAMARINDA – Kapolda Kalimantan Timur (Kaltim) Irjen Pol Endar Priantoro tak menampik perilaku arogan anggotanya yang viral setelah insiden dengan mahasiswa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Samarinda. Ia mengakui tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, dan memastikan personel yang bersangkutan ditarik untuk menjalani pemeriksaan.
Pernyataan itu menjadi sorotan di tengah aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Rabu (21/10/2026).
Endar secara terbuka mengakui perilaku anggotanya yang menuai kritik publik. Ia memastikan proses pemeriksaan sedang berjalan dan hasilnya akan menjadi dasar penentuan sanksi.
“Untuk masalah penanganan anggota kami yang kemarin viral, yang dianggap arogan dan memang arogan, kita sedang melakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan,” tegas Endar.
Personel tersebut diketahui berasal dari Polda Kaltim. Penarikan dilakukan sebagai tindak lanjut atas insiden yang menjadi perhatian masyarakat. Namun, jenis pelanggaran dan sanksi yang akan dijatuhkan masih menunggu hasil pemeriksaan.
“Kita tunggu pemeriksaannya dan nanti apa hukuman yang dijatuhkan kepada yang bersangkutan,” ujarnya.
Kapolda Minta Maaf, Akui Perilaku Anggota Merusak Kepercayaan
Permintaan maaf Endar menjadi bagian penting dari respons kepolisian atas insiden tersebut. Ia menyadari tindakan arogan anggota dapat merusak upaya institusi dalam membangun hubungan baik dengan masyarakat.
Menurutnya, tugas kepolisian bukan sekadar menjaga keamanan dan ketertiban, melainkan juga memastikan masyarakat merasa terlindungi saat menyampaikan aspirasi.
“Saya mewakili dan juga meminta maaf apabila ada anggota yang seperti itu. Itu di luar aktivitas kita, karena kita ingin bersama-sama masyarakat, ingin menjaga situasi kondusif. Hal seperti itu merusak apa yang sudah kita lakukan,” katanya.
Endar juga mengapresiasi masyarakat yang berani mengawasi perilaku aparat. Ia meminta publik tidak ragu melaporkan apabila menemukan anggota kepolisian yang bertindak di luar aturan.
Baginya, pengawasan masyarakat diperlukan agar setiap pelanggaran dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menegaskan, sikap arogan tidak dibenarkan dalam pengamanan aksi demonstrasi. Setiap personel wajib menjalankan tugas sesuai prosedur, bukan bertindak semena-mena terhadap masyarakat yang menyampaikan pendapat.
Di tengah sorotan terhadap insiden tersebut, Endar berharap seluruh demonstrasi di Kaltim berlangsung tertib dan tidak berujung pada bentrokan maupun insiden lain yang merugikan masyarakat.
Kini, publik menanti hasil pemeriksaan terhadap personel yang terlibat. Permintaan maaf telah disampaikan, tetapi tindak lanjut dan sanksi yang dijatuhkan akan menjadi bagian penting untuk menunjukkan bagaimana kepolisian mempertanggungjawabkan perilaku anggotanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *