Deteksi Dini TBC di Lapas Bontang, Tiga Warga Binaan Teridentifikasi dan Mulai Jalani Pengobatan
Bontang, nusaetamnews.com : Warga binaan dan petugas Lapas Kelas IIA Bontang menjalani pemeriksaan deteksi dini tuberkulosis (TBC) serta Cek Kesehatan Gratis (CKG) guna menemukan kasus TBC sedini mungkin dan mencegah risiko penularan di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIA Bontang, Agus Wiyono, menyampaikan bahwa skrining terintegrasi ini menjadi komitmen untuk memastikan warga binaan memperoleh hak layanan kesehatan yang setara di samping menjalani masa pidana.
Hingga Triwulan III 2026, pihak Lapas Bontang mencatat ada tiga kasus positif TBC dari total 48 orang terduga yang diperiksa. Ketiga pasien tersebut saat ini telah mendapatkan penanganan medis dan memulai tahapan pengobatan secara intensif.
Pemeriksaan kesehatan massal yang dipusatkan di Kelurahan Bontang Lestari tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Bontang, Lapas Kelas IIA Bontang, serta pendampingan langsung dari Kementerian Kesehatan dengan memanfaatkan teknologi X-Ray Portable.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan pentingnya keterjangkauan akses layanan kesehatan bagi seluruh elemen warga, termasuk kelompok binaan pemasyarakatan. Menurutnya, penanggulangan TBC yang menular melalui udara memerlukan tindakan penemuan kasus secara agresif yang dilanjutkan pemantauan hingga pasien sembuh total.
Untuk memperkuat kapasitas deteksi di tingkat daerah, Dinas Kesehatan Kota Bontang telah menerima dukungan sarana berupa satu unit X-Ray Portable serta lima unit Alat Tes Molekuler Cepat (TMC) untuk disebar ke fasilitas puskesmas.
Langkah percepatan penanganan kasus TBC di Kota Bontang ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan program prioritas nasional menuju target eliminasi TBC Indonesia pada tahun 2030.(ant/one)