Kesejahteraan Guru Jadi Perhatian, Aspirasi Jangan Sampai Terabaikan
SAMARINDA – Kesejahteraan guru bukan persoalan yang bisa dipandang sebelah mata. Di balik lahirnya generasi unggul dan berkarakter, ada peran guru yang harus mendapat perhatian, baik dari sisi kesejahteraan maupun peningkatan kompetensi.
Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim tidak akan mengabaikan nasib guru. Sebab, kualitas pendidikan daerah tidak hanya ditentukan oleh fasilitas sekolah, tetapi juga oleh kesejahteraan dan kualitas tenaga pendidik yang berada di garis depan pembelajaran.
Salah satu bentuk perhatian tersebut diwujudkan melalui pemberian insentif bagi guru, mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah.
“Pemprov Kaltim berkomitmen memberikan perhatian yang besar kepada guru. Contohnya kesejahteraan guru kita perhatikan. Insentif mulai PAUD hingga jenjang sekolah menengah juga kami berikan,” tegas Rudy Mas’ud saat menerima jajaran pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kaltim yang dipimpin Ketua PGRI Kaltim, Prof Dr Yonathan Palinggi, di Ruang Kerja Gubernur Kaltim, Senin (19/10/2026).
Menurut Rudy, guru memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah. Mereka bukan sekadar menyampaikan pelajaran di ruang kelas, melainkan turut membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kehidupan, dan mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan.
Karena itu, perhatian terhadap guru harus berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kompetensi dan kualitas pendidikan di Kaltim.
Rudy juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka antara PGRI dan pemerintah daerah. Ia meminta organisasi profesi guru tersebut lebih aktif menyampaikan berbagai aspirasi maupun persoalan yang dihadapi para pendidik di lapangan.
Menurut Rudy, keluhan guru harus menjadi bahan evaluasi agar persoalan yang muncul dapat segera ditindaklanjuti.
“Guru harus diberikan perhatian yang besar. Jangan sampai guru mengeluh. Kami minta sampaikan jika ada keluhan, sehingga kami bisa evaluasi dan menindaklanjuti dengan cepat,” ujarnya.
Ia berharap perhatian yang diberikan pemerintah dapat membuat para guru merasa dihargai, sekaligus menjaga semangat mereka dalam mendidik anak-anak di sekolah.
PGRI Jadi Jembatan Aspirasi Guru
Lebih jauh, Rudy menilai PGRI memiliki peran penting sebagai penghubung antara para guru dan pemerintah. Melalui komunikasi yang intensif, pemerintah dapat memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai kondisi pendidikan sekaligus memahami kebutuhan tenaga pendidik di daerah.
Dengan demikian, kebijakan pendidikan yang disusun pemerintah diharapkan semakin sesuai dengan kebutuhan di lapangan, termasuk dalam menjawab persoalan kesejahteraan dan pengembangan profesi guru.
Pemprov Kaltim, lanjutnya, juga siap mendukung program kerja PGRI Kaltim yang akan digelar dalam waktu dekat. Sejumlah agenda yang disiapkan di antaranya Pekan Olahraga dan Seni (Porseni), seminar nasional, serta pengukuhan Bunda Guru.
Dukungan tersebut diharapkan memperkuat peran PGRI dalam membangun solidaritas, meningkatkan kapasitas, dan mendorong kemajuan profesi guru di Kaltim.
Sementara itu, Ketua PGRI Kaltim Prof Dr Yonathan Palinggi mengatakan kunjungan tersebut merupakan ajang silaturahmi sekaligus untuk menyampaikan sejumlah program organisasi yang akan dilaksanakan.
Ia mengapresiasi kesediaan Gubernur Rudy Mas’ud menerima jajaran PGRI dan memberikan dukungan terhadap agenda yang telah disiapkan.
“Kami bersyukur Gubernur Rudy Mas’ud bersedia dan mendukung program PGRI. Semoga berjalan sukses dan lancar. Kami sangat mendukung program pendidikan yang dibangun Pemprov Kaltim selama kepemimpinan Gubernur Rudy dan Wagub Seno,” ungkap Yonathan.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekdaprov Kaltim HM Aji Fitra Firnanda, Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang II Siti Farisyah Yana, serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim Armin.