Sertijab Kepala BNPPDT, Mendagri Tegaskan Pembangunan Wilayah Perbatasan Jadi Benteng Nasionalisme
jakarta, nusaetamnews.com : Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan menjadi pilar penting untuk memperkuat nasionalisme sekaligus menjadi buffer zone dari potensi infiltrasi asing, baik di jalur darat maupun laut.
Hal tersebut disampaikan Mendagri usai menghadiri serah terima jabatan (sertijab) Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Pembangunan Daerah Tertinggal (BNPPDT) di Kantor BNPP, Jakarta. Jabatan tersebut diserahterimakan dari Mendagri Tito Karnavian kepada Wakil Panglima TNI, Jenderal Maruli Simanjuntak.
Tito menjelaskan, pengelolaan kawasan perbatasan tidak sekadar berfokus pada pendekatan keamanan (security approach), melainkan juga pemerataan pembangunan dan keadilan sosial bagi warga di garis terdepan NKRI.
Dengan kehadiran Jenderal Maruli Simanjuntak yang berpengalaman di dunia militer serta masih aktif menjabat sebagai Wakil Panglima TNI, Tito optimistis pelaksanaan tugas BNPPDT—khususnya penanganan kawasan perbatasan dan daerah tertinggal—akan berjalan lebih efektif dan responsif.
Sementara itu, Kepala BNPPDT Maruli Simanjuntak menyatakan komitmennya untuk mengawal dan melanjutkan program-program strategis yang tengah berjalan, sembari mengakselerasi implementasi rencana pembangunan tahun berikutnya.
Maruli menambahkan, ekspansi cakupan tugas BNPPDT akan dimaksimalkan untuk memperluas jangkauan pembangunan, memperkuat infrastruktur dasar, serta meningkatkan taraf hidup masyarakat di seluruh kawasan perbatasan dan daerah tertinggal di Indonesia. (ant/one)