Subscribe

700 Pesilat Turun Gelanggang, Seno Aji Bidik Emas PON NTB-NTT

3 minutes read

BALIKPAPAN – Sebanyak 700 pesilat dari 35 kontingen meramaikan Kejuaraan Pencak Silat Antarperguruan se-Kota Balikpapan 2026 di Gedung IHSCC Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba), Jumat (16/10/2026). Ajang ini bukan sekadar arena adu teknik dan kekuatan, tetapi juga menjadi panggung pembinaan atlet menuju prestasi yang lebih tinggi.Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji yang membuka kejuaraan tersebut menegaskan, pencak silat Kaltim memiliki potensi besar untuk bersaing di level nasional hingga internasional.Buktinya, tiga atlet pencak silat Kaltim berhasil menembus tim nasional dan dijadwalkan berlaga pada kejuaraan dunia pencak silat di Uzbekistan, Desember mendatang.”Ini merupakan prestasi luar biasa bagi kita semua. Kami mengucapkan terima kasih kepada para pelatih, wasit, dan juri yang telah memastikan pertandingan berlangsung secara adil sehingga kita memiliki atlet-atlet andal di Kaltim,” kata Seno.Prestasi tersebut, menurut dia, harus menjadi pemacu bagi atlet-atlet lain untuk terus meningkatkan kemampuan. Pembinaan yang konsisten, kompetisi yang berkualitas, serta penilaian yang profesional menjadi kunci melahirkan pesilat berprestasi.Seno secara khusus mengingatkan wasit dan juri agar menjaga independensi dan tidak memihak perguruan mana pun. Ia juga menekankan pentingnya sertifikasi resmi bagi perangkat pertandingan demi menjamin kompetisi berjalan objektif dan profesional.”Jangan sampai penilaian mencederai semangat sportivitas. Wasit dan juri harus independen, objektif, dan profesional,” tegasnya.Pelatih Kaltim Tembus Kanada, Target Emas PONBukan hanya atlet, sumber daya manusia pencak silat Kaltim juga mulai mendapat kepercayaan di luar negeri.Seno mengungkapkan, seorang pelatih asal Kaltim saat ini tengah menjalankan tugas melatih di Kanada selama tiga bulan. Menurutnya, kepercayaan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan insan pencak silat daerah memiliki peluang untuk berkembang di panggung internasional.Di sisi lain, Seno mengarahkan perhatian pada target jangka panjang: prestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON) NTB-NTT mendatang.Ia meminta para atlet tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang sudah diraih. Kejuaraan ant perguruan seperti di Balikpapan harus dimanfaatkan untuk mengasah teknik, mental bertanding, dan kedisiplinan.”Terus tingkatkan prestasi. Kita berharap atlet-atlet Kaltim mampu meraih medali emas pada PON NTB-NTT mendatang,” ujarnya.Benahi Organisasi, Perkuat Pembinaan DaerahSebagai Ketua Umum Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kaltim yang baru menerima surat keputusan (SK) pengangkatan, Seno juga menyoroti pentingnya pembenahan organisasi untuk memperkuat pembinaan atlet di daerah.Ia mengakui, sejumlah pengurus IPSI kabupaten/kota masih menghadapi keterbatasan fasilitas, termasuk belum memiliki gedung sendiri. Karena itu, konsolidasi organisasi menjadi salah satu langkah awal yang akan ditempuh.Seno menyebut, setelah menerima SK dari Ketua Harian PB IPSI di Jakarta, pihaknya segera menyiapkan pelantikan kepengurusan, menyusun program kerja, serta menyosialisasikan peraturan terbaru pencak silat kepada seluruh pengurus IPSI kabupaten/kota.”Peraturan terbaru harus dipahami seluruh atlet agar mereka siap menghadapi pertandingan dengan aturan yang berlaku,” jelasnya.Ia juga berkomitmen menghadiri berbagai kegiatan IPSI di seluruh wilayah Kaltim, dari Kabupaten Paser hingga Berau. Langkah tersebut diharapkan memperkuat koordinasi sekaligus memastikan pembinaan tidak hanya terpusat di daerah tertentu.Kejuaraan di Balikpapan pun menjadi salah satu momentum untuk memperkuat fondasi tersebut. Dengan ratusan peserta yang terlibat, kompetisi ant perguruan diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit baru yang siap bersaing di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.Kejuaraan resmi dibuka melalui pemukulan gong oleh Seno Aji.Hadir dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Balikpapan yang diwakili Staf Ahli Bidang Sosial Edi Gunawan, Ketua IPSI Kota Balikpapan Muhaimin, jajaran pengurus IPSI Kaltim, Forkopimda Balikpapan, perwakilan Kejaksaan Negeri Balikpapan, sesepuh pencak silat, wasit dan juri, serta orang tua pendamping atlet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *