Subscribe

Bank Jatim Masuk Balikpapan, Bidik Kolaborasi untuk UMKM dan Ekonomi Kaltim

3 minutes read

BALIKPAPAN – Kehadiran Bank Jatim di Balikpapan diharapkan tak sekadar memperluas jaringan perbankan, tetapi juga membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha dan memperkuat hubungan ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) dengan Jawa Timur (Jatim).
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyambut baik pembukaan Kantor Cabang Bank Jatim Balikpapan, Jumat (9/10/2026). Ia bahkan membuka peluang kolaborasi langsung antara Bank Jatim dan Bankaltimtara untuk mendorong pertumbuhan usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kami membuka selebar-lebarnya Bank Jatim untuk berkolaborasi dengan Bankaltimtara. Tidak hanya hadir melalui layanan perbankan, tetapi menjadi mitra pengembangan usaha, meningkatkan kapasitas, memperluas pasar, dan mendorong kegiatan ekonomi produktif,” tegas Harum.
Menurutnya, Kaltim memiliki potensi ekonomi besar yang belum seluruhnya diolah menjadi peluang bisnis bernilai tambah bagi pengusaha lokal. Dukungan perbankan diperlukan agar pelaku usaha tak hanya menjadi penonton di tengah melimpahnya sumber daya alam, tetapi mampu mengambil bagian dalam rantai industri dan perdagangan.

“Pada saat pelaku usaha kami mengajukan kredit usaha, tentunya bisa dipermudah Bu Gubernur,” ujar Rudy Mas’ud meminta dukungan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Potensi Besar, Pengusaha Lokal Perlu Akses Modal

Rudy memaparkan, Kaltim memiliki potensi perkebunan sawit dan pertambangan batu bara yang besar. Produksi kelapa sawit disebut mencapai 5,2 juta ton per tahun. Dari lima fasilitas pengolahan atau refinery CPO yang disebutnya berada di Kaltim, tiga di antaranya berada di Balikpapan.
Selain itu, Gunung Bayan Group mampu memproduksi batu bara sekitar 65 juta hingga 70 juta metrik ton per tahun, dengan basis operasional yang juga berada di Balikpapan.

Besarnya potensi tersebut, kata Harum, harus diikuti penguatan sektor usaha dan pembiayaan agar manfaat ekonominya semakin luas.

Ia juga menyoroti skala ekonomi Kaltim yang dinilai menjanjikan. Dengan jumlah penduduk sekitar 4,2 juta hingga 4,3 juta jiwa, atau hanya sekitar 10 persen dari populasi Jatim yang mencapai 42 juta hingga 43 juta jiwa, Kaltim memiliki produk domestik regional bruto (PDRB) sekitar Rp850 triliun per tahun.

“Jadi sangat-sangat potensial,” tegasnya.

Masuknya Bank Jatim bagi Kaltim menjadi peluang untuk memperkuat akses modal, memperluas jaringan perdagangan, dan mendorong investasi. Kolaborasi lintasbank diharapkan mampu menjangkau sektor produktif yang selama ini membutuhkan dukungan pembiayaan untuk berkembang.

Perdagangan Rp20,18 Triliun, Jatim Defisit Rp14,51 Triliun

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan nilai perdagangan antara Jatim dan Kaltim mencapai Rp20,18 triliun.

Dari nilai tersebut, penjualan produk Jatim ke Kaltim tercatat sekitar Rp2,84 triliun. Sebaliknya, pembelian produk Kaltim oleh Jatim mencapai sekitar Rp17,35 triliun.
Komposisi itu membuat neraca perdagangan Jatim dengan Kaltim mengalami defisit sekitar Rp14,51 triliun.

“Jadi perdagangan antara Jawa Timur dengan Kalimantan Timur ini, kami (Jatim) defisit Pak Gubernur. Cukup besar, defisitnya Rp14,51 triliun,” ungkap Khofifah.

Meski demikian, Khofifah menegaskan misi dagang antardaerah tetap penting untuk mempertemukan penjual, pembeli, dan pelaku usaha. Menurutnya, fasilitasi perdagangan serta perluasan akses pasar harus terus dibangun agar hubungan ekonomi kedua provinsi semakin produktif.

Ia pun mendorong pembentukan konsorsium pembiayaan yang melibatkan Bank Jatim, bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), serta perbankan swasta di Kaltim.

“Rasa-rasanya perlu konsorsium. Yang mana yang bisa di-handle Bank Jatim dan bank-bank Himbara ataupun bank swasta lainnya di Kaltim, silakan,” pesannya kepada jajaran Bank Jatim.

Peresmian kantor cabang tersebut ditandai dengan pengguntingan pita dan peninjauan kantor. Sebelumnya, Rudy dan Khofifah juga menyerahkan santunan kepada anak yatim.
Hadir dalam kegiatan itu Kepala OJK Kaltimtara, Direktur Lembaga Jasa Keuangan OJK Jatim, Komisaris Utama dan jajaran direksi Bank Jatim, serta pejabat Pemprov Jatim.
Bagi Kaltim dan Jatim, tantangan berikutnya bukan sekadar memperbesar angka perdagangan, melainkan memastikan hubungan bisnis tersebut membuka lebih banyak kesempatan bagi UMKM, memperluas investasi, dan memberi ruang lebih besar bagi pengusaha lokal untuk tumbuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *