Penopang IKN dan Ekspor, Produksi Pisang Kepok Kaltim Tembus 129 Ribu Ton dari Luas Panen 3.085 Hektare
Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur mencatat total luas panen komoditas pisang kepok di wilayahnya telah menembus angka 3.085 hektare.
Kepala DPTPH Kaltim Fahmi Himawan mengungkapkan, akumulasi luas panen tersebut berhasil menghasilkan total produksi pisang kepok mencapai 129.386 ton. Capaian ini diproyeksikan menjadi tumpuan utama dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menopang ekonomi para petani.
“Capaian luas panen pisang kepok ini menjadi tumpuan utama dalam mendukung ketahanan pangan serta penguatan ekonomi masyarakat tani,” kata Fahmi di Samarinda, Kamis.
Berdasarkan pemetaan data daerah, Kabupaten Kutai Timur tampil sebagai produsen terbesar dengan kontribusi luas panen mencapai 1.159 hektare dan volume produksi sebesar 94.662 ton.
Posisi selanjutnya disusul oleh Kabupaten Paser dengan luas panen 727 hektare (produksi 10.623 ton) serta Kabupaten Kutai Kartanegara seluas 515 hektare (produksi 9.334 ton). Sementara itu, Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara masing-masing menyumbang luas panen 355 hektare dan 149 hektare.
Guna menjaga produktivitas varietas pisang kepok grecek ini, DPTPH Kaltim gencar menyalurkan bantuan bibit unggul, pemupukan berimbang, serta menerapkan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Langkah efisien ini terbukti sukses menekan serangan penyakit layu pisang hingga tersisa hanya 5 persen.
Selain penguatan budidaya, Pemprov Kaltim membangun infrastruktur pascapanen berupa bangsal pengolahan di Kutai Timur dan Paser. Penguatan kelembagaan kelompok tani serta regenerasi petani milenial juga dipacu demi mendongkrak nilai tambah produk.
Fahmi optimistis, keberlanjutan pasokan pisang kepok Kaltim tidak hanya mampu menembus pasar ekspor, tetapi juga siap memenuhi kebutuhan pangan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). (ant/one)