Perkuat Pangan Hewan dan IKN, DPKH Kaltim Genjot Program Desa Korporasi Ternak di 21 Lokasi
Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kalimantan Timur terus menggenjot program Pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT). Langkah ini diambil untuk mendongkrak produksi serta memantapkan kemandirian pemenuhan pasokan protein hewani di wilayah Benua Etam.
Kepala DPKH Kaltim Arief Murdiyatno menjelaskan bahwa skema korporasi ini bertujuan mengonsolidasikan kelompok peternak rakyat secara terpadu ke dalam wadah kelembagaan berbadan hukum, seperti koperasi. Strategi ini dirancang untuk memperkuat rantai pasok dari hulu hingga hilir di kawasan pedesaan.
Melalui kelembagaan berbasis korporasi ini, peternak lokal akan mendapatkan kemudahan akses pembiayaan, fasilitasi bibit unggul, hingga ketersediaan sarana prasarana budi daya modern.
Hingga saat ini, DPKH Kaltim mencatat pengembangan klaster usaha korporasi ternak telah menjangkau 21 lokasi strategis yang tersebar di delapan kabupaten/kota, yakni Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, Paser, Penajam Paser Utara, Balikpapan, Samarinda, hingga Kutai Barat. Setiap klaster produksi unggas maupun ruminansia ini dibekali kandang modern berskala besar agar mampu berproduksi secara konsisten setiap bulan.
Tak hanya fokus di sektor hulu, sistem korporasi desa ini juga diintegrasikan dengan infrastruktur hilir seperti Rumah Potong Unggas (RPU) modern serta ruang pendingin (cold storage). Fasilitas tersebut disiapkan khusus untuk menjamin kelancaran pasokan daging dan telur bagi masyarakat Kaltim hingga kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Arief menambahkan, permodalan dan penyerapan hasil panen turut dijamin melalui sinergi bersama BUMN pangan dan pihak perbankan lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR). Di samping itu, DPKH Kaltim memberikan pendampingan manajemen formulasi pakan berbasis bahan lokal demi memangkas biaya operasional budi daya.
Keberadaan Desa Korporasi Ternak ini optimistis mampu mendorong Kaltim menuju swasembada pangan hewani, menaikkan Nilai Tukar Petani Peternakan, serta meningkatkan kesejahteraan peternak lokal secara berkelanjutan. (ant/one)