PKN II Berakhir, Sri: Jangan Tinggalkan Kaltim Hanya sebagai Tempat Belajar
SAMARINDA – Pulang ke daerah masing-masing bukan berarti seluruh cerita tentang Kalimantan Timur ikut selesai.
Bagi 65 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan X Tahun 2026, Samarinda diharapkan meninggalkan jejak yang lebih dalam. Bukan sekadar tempat mengikuti pendidikan birokrasi, tetapi ruang untuk menempa diri menjadi pemimpin dengan cara pandang nasional.
Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni saat melepas peserta PKN II di Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Pelayanan Publik Lembaga Administrasi Negara (Pusjar SKPP LAN) Samarinda, Jalan HM Ardans, Kamis (1/10/2026).
Mewakili Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud, Sri menegaskan, PKN II tidak boleh berhenti pada tambahan pengetahuan atau sertifikat kelulusan.
Lebih dari itu, pendidikan kepemimpinan harus mengubah cara peserta melihat persoalan pemerintahan—dari sekadar urusan daerah menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional.
“Terpenting adalah bagaimana ketika keluar dari PKN Tingkat II ini, para lulusan mampu memiliki pola pikir, wawasan, serta cara bekerja sebagai birokrat pemerintahan yang dapat diterapkan di daerah masing-masing, sebagaimana juga dilaksanakan di daerah lainnya,” kata Sri.
Menurutnya, bekal yang diperoleh selama berada di Samarinda harus dibawa pulang dan diterjemahkan menjadi kerja nyata. Pengetahuan tidak cukup disimpan, pengalaman tidak cukup dikenang. Keduanya harus bermuara pada perubahan di daerah masing-masing.
Namun Sri ingin ada satu hal lain yang ikut dibawa pulang: pengalaman tentang Kaltim.
Selama menjalani pendidikan, para peserta tidak hanya berada di ruang kelas. Mereka juga berinteraksi dengan masyarakat, melihat dinamika sosial, serta menyaksikan langsung denyut pembangunan Kaltim sebagai salah satu kawasan strategis pertumbuhan nasional.
“Selama di Kaltim tentu para peserta mungkin ada yang berinteraksi dengan warga kami. Mungkin juga mengetahui berbagai dinamika masyarakat Kaltim. Inilah dinamika Provinsi Kaltim. Pastinya, dinamika itu juga mungkin terjadi di daerah peserta masing-masing,” ujarnya.
Karena itu, Sri berharap Kaltim memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan kepemimpinan para peserta.
“Semoga Kaltim juga dikenang sebagai tempat mereka ditempa menjadi pemimpin nasional,” pesannya.
Bagi Sri, kalimat itu bukan sekadar pesan perpisahan. Ada harapan agar pengalaman selama berada di Kaltim memperluas perspektif para peserta bahwa kepemimpinan birokrasi tidak boleh terjebak pada batas wilayah administratif.
Seorang pemimpin dituntut mampu membaca persoalan secara lebih luas, bekerja lintas sektor, dan menerjemahkan kebijakan nasional menjadi solusi yang terasa hingga ke masyarakat.
Sri juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah menyelesaikan rangkaian PKN II. Di balik suasana pelepasan, ia turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya salah seorang peserta selama proses pembelajaran berlangsung.
Sementara itu, Kepala LAN RI Dr Muhammad Taufiq secara resmi menutup sekaligus melepas peserta PKN II Angkatan X. Ia menyampaikan kebanggaannya karena seluruh peserta dinyatakan lulus.
Taufiq mengingatkan, kelulusan bukan garis akhir. Bekal kepemimpinan yang diperoleh selama pendidikan harus dibuktikan melalui kinerja setelah kembali ke instansi masing-masing.
“Semoga menjadi abdi negara maupun pemimpin yang baik dan profesional serta berdedikasi tinggi di instansi masing-masing,” pesannya.
Kepala Pusjar SKPP LAN Samarinda Dr Rahmat mengatakan, PKN Tingkat II Angkatan X Tahun 2026 diikuti 65 peserta dari instansi pemerintah pusat serta pemerintah kabupaten dan kota dari berbagai daerah di Indonesia.
Pelepasan turut dihadiri sejumlah pejabat eselon II LAN RI, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kaltim, serta widyaiswara Pemprov Kaltim.
Kini, para peserta kembali ke daerah masing-masing.
Yang dibawa pulang bukan hanya ilmu dari ruang kelas. Tetapi juga pengalaman, perspektif, dan satu pesan dari Kaltim: kepemimpinan ditempa bukan untuk sekadar menduduki jabatan, melainkan untuk memberi dampak.