Atasi 25 Ribu Anak Putus Sekolah, Disdikbud Kaltim Luncurkan Sistem Pendidikan Jarak Jauh
Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur memperkuat langkah penanganan anak tidak sekolah melalui pemutakhiran data dan pemetaan kebijakan terpadu. Berdasarkan hasil sinkronisasi data bersama Disdukcapil, tercatat sekitar 25.000 anak tidak sekolah di Kaltim telah terverifikasi secara akurat.
Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud Kaltim Armin menjelaskan bahwa fokus penanganan diprioritaskan bagi anak usia 16 hingga 18 tahun berbasis data by name by address. Sebagai solusi konkret, Pemprov Kaltim meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang memberikan kesempatan belajar adaptif dengan ijazah setara sekolah umum.
Penyelenggaraan PJJ ini menggandeng tiga sekolah mitra utama, yaitu SMAN 11 Samarinda, SMAN 1 Tenggarong, dan SMAN 1 Sangatta Selatan. Tak hanya itu, program PJJ juga akan diselaraskan untuk menyasar para santri pondok pesantren serta mendukung pendidikan inklusif Kejar Paket A dan C bagi siswa Sekolah Luar Biasa.
Langkah pencegahan anak putus sekolah turut diperkuat melalui sosialisasi pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah yang menyasar 151 SMA, SMK, dan SLB se-Kaltim. Disdikbud Kaltim mengimbangi upaya ini dengan memperketat pengawasan penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar guna memastikan hak akses pendidikan anak-anak di 10 kabupaten/kota terpenuhi secara merata. (ant/one)