Narkotika dan Curanmor Masih Membayangi Kaltim
Balikpapan, nusaetamnews.com : Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) beserta jajaran polres mencatat intensitas penindakan hukum yang signifikan sepanjang semester pertama tahun 2026 (Januari–Juni). Seiring dengan masifnya pembangunan infrastruktur dan daya tarik ekonomi wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), dinamika penegakan hukum di Benua Etam diwarnai oleh pemberantasan jaringan narkotika lintas batas hingga operasi penindakan kejahatan jalanan (street crime).
Berdasarkan rekapitulasi data polda dan polres jajaran, dua sektor penindakan hukum tersebut menjadi fokus utama kepolisian untuk menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kalimantan Timur.
Marak Narkotika, Ratusan Tersangka dan Barang Bukti Diamankan
Perang terhadap peredaran gelap narkoba masih memuncaki daftar perkara tindak pidana di wilayah hukum Polda Kaltim. Sejak awal tahun hingga pertengahan 2026, jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kaltim beserta polresta melancarkan penindakan intensif terhadap jaringan kurir dan pengedar.
Pada periode Januari–Februari 2026 saja, kepolisian berhasil menangkap sebanyak 202 tersangka kasus narkotika. Penindakan tersebut dilanjutkan dengan operasi kewilayahan berskala besar seperti Operasi Antik Mahakam 2026. Dari serangkaian pengungkapan sepanjang semester pertama, polisi menyita beluhan kilogram sabu-sabu, obat-obatan terlarang, serta menyita aset bernilai miliaran rupiah yang diduga hasil dari tindak pidana pencucian uang (TPPU) bisnis narkoba.
Operasi Kejahatan Jalanan: Samarinda dan Balikpapan Dominan
Selain kejahatan narkotika, ancaman kejahatan jalanan dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) mendapat perhatian khusus dari Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro. Menjelang pertengahan tahun, Polda Kaltim menggelar operasi khusus untuk menyasar komplotan curanmor dan pencurian dengan pemberatan (curat).
Dalam rentang waktu Mei hingga awal Juni 2026, Polda Kaltim dan jajaran berhasil mengungkap 63 kasus kejahatan jalanan serta menjaring 81 orang tersangka. Dari penindakan tersebut, puluhan unit sepeda motor dan kendaraan hasil kejahatan disita sebagai barang bukti. Kota Samarinda dan Balikpapan tercatat sebagai dua wilayah dengan jumlah pengungkapan perkara terbanyak, dipicu oleh tingginya mobilitas penduduk serta aktivitas ekonomi.
Pengawasan Kawasan Industri dan Konflik Horisontal
Di sektor penegakan hukum non-konvensional, jajaran kepolisian daerah juga disibukkan oleh potensi gesekan sosial di sekitar area tambang dan kawasan industri. Sepanjang semester I 2026, insiden perselisihan antara warga lokal dan armada angkutan tambang kerap mewarnai dinamika di lapangan. Di samping itu, Tim Saber Pungli juga melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di tingkat desa/RT terkait dugaan pungutan liar dokumen pertanahan di wilayah Kutai Kartanegara.
Polda Kaltim memastikan perkuatan patroli rutin dan respons cepat laporan warga akan terus ditingkatkan pada semester kedua 2026 untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan seiring meningkatnya aktivitas pembangunan regional.
Video dari Polda Kaltim memuat rekaman konfersi pers penindakan puluhan kasus kejahatan jalanan oleh polda dan polres jajaran pada pertengahan tahun 2026. (Setia Wirawan)