Diselimuti Kabut Asap Pekat, Pemkot Samarinda Liburkan Sekolah Tatap Muka dan Terapkan PJJ
Samarinda, nusaetamnews.com : Pemerintah Kota Samarinda resmi menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh bagi seluruh satuan pendidikan imbas memburuknya kualitas udara akibat paparan kabut asap. Kebijakan penghentian sementara kegiatan belajar mengajar tatap muka ini berlaku mulai 17 hingga 19 September 2026.
Pelaksana Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda, Ibnu Araby, mengonfirmasi bahwa skema belajar daring ini mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari TK, PAUD, SD, hingga SMP. Keputusan darurat ini diambil usai mengantongi rekomendasi dari Dinas Kesehatan serta hasil koordinasi intensif bersama BPBD, DLH, dan BMKG Kota Samarinda demi melindungi keselamatan siswa dan tenaga kependidikan.
Selama masa PJJ, para guru dan staf kependidikan tetap bertugas secara bergilir dengan skema penugasan teratur. Penyaluran materi difokuskan pada tugas terstruktur, kegiatan literasi, dan penguatan karakter tanpa memberikan beban belajar berlebihan kepada para murid. Pihak sekolah pun diinstruksikan untuk memaksimalkan saluran komunikasi daring dengan para orang tua murid.
Pemkot Samarinda mengimbau keras para orang tua untuk mendampingi serta membatasi aktivitas anak-anak di luar rumah agar terhindar dari paparan polusi asap dan risiko infeksi saluran pernapasan. Perkembangan Indeks Standar Pencemar Udara bakal terus dipantau secara berkala, di mana keputusan mengenai perpanjangan PJJ atau kembalinya pembelajaran tatap muka akan bergantung pada arahan susulan dari Wali Kota Samarinda. (ant/one)