RTRW-RDTR Belum Tuntas, Wagub Seno: Investor Butuh Kepastian
SAMARINDA – Investasi di Kalimantan Timur masih terbentur satu persoalan mendasar, kepastian tata ruang. Wakil Gubernur Kaltim Dr H Seno Aji mendorong kabupaten dan kota segera menuntaskan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).Menurut Seno, penyelesaian RTRW dan RDTR bukan sekadar urusan administrasi pemerintahan. Dokumen tersebut menjadi salah satu fondasi penting untuk memberikan kepastian kepada investor mengenai lokasi dan arah pengembangan proyek.“Kalau RTRW dan RDTR sudah selesai, tentu memberi kepastian bagi investor untuk berinvestasi. Dan ini tentu keuntungan besar bagi kita,” kata Seno saat menghadiri High Level Meeting Regional Investor Relations Unit (HLM RIRU) Kaltim 2026 di Ballroom Maratua Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Rabu (16/9/2026).Seno mengungkapkan, baru dua kabupaten/kota yang telah menyelesaikan RTRW, sementara delapan daerah lainnya masih harus menuntaskan proses tersebut.Ia meminta pemerintah daerah memberikan kepastian mengenai target penyelesaiannya. Bahkan, menurutnya, forum HLM RIRU idealnya dihadiri langsung kepala daerah agar komitmen dan target penyelesaian tata ruang bisa disampaikan secara jelas.“Kami berharap ada kepastian segera kapan akan diselesaikan,” ujarnya.Tak hanya RTRW dan RDTR, Seno juga menekankan pentingnya menyelaraskan jalur pengembangan investasi agar proyek yang ditawarkan daerah tidak berhenti pada proposal, tetapi benar-benar siap direalisasikan.Salah satu instrumen yang didorong adalah Investment Project Ready to Offer (IPRO). Dokumen ini harus menggambarkan kesiapan proyek secara utuh, mulai dari kebijakan pemerintah daerah, ketersediaan lahan, hingga dukungan logistik.“Lahan harus clean and clear, itu jaminan kepastian bagi investor. IPRO juga ditayangkan secara visual dan dilengkapi berbagai bahasa sehingga memudahkan investor memahami tawaran kita,” jelas Seno.Dorongan memperkuat investasi datang di tengah pertumbuhan ekonomi Kaltim yang masih positif. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Jajang Hermawan menyebut ekonomi Kaltim pada triwulan II 2026 tumbuh 3,35 persen secara tahunan.Menurutnya, momentum tersebut perlu dijaga melalui investasi produktif yang mampu memperbesar kapasitas produksi, meningkatkan produktivitas, sekaligus memperkuat potensi pertumbuhan ekonomi daerah.Dari sisi realisasi, investasi Kaltim sepanjang 2025 mencapai Rp87,787 triliun. Angka itu melampaui target Rp79,860 triliun.Balikpapan menjadi daerah dengan realisasi investasi tertinggi sebesar Rp27,254 triliun. Berikutnya Kutai Kartanegara Rp12,816 triliun, Berau Rp8,672 triliun, dan Kutai Barat Rp6,604 triliun. Data tersebut menunjukkan investasi Kaltim masih memiliki ruang besar untuk diperluas, terutama jika kepastian proyek, lahan dan tata ruang dapat dipastikan sejak awal.HLM RIRU Kaltim 2026 juga dirangkai dengan penandatanganan komitmen Implementasi Road Map Investasi RIRU Kaltim oleh kabupaten dan kota se-Kaltim.Selain itu, diserahkan tiga proyek terbaik Profiling Kalimantan Timur (PIKAT) 2026 kepada Penajam Paser Utara, Balikpapan dan Berau.