Dua Wilayah Kaltim Beda Arah Harga, Balikpapan Deflasi Sementara PPU Mengalami Inflasi
Balikpapan, nusaetamnews.com : Dinamika harga kebutuhan pokok di Kalimantan Timur menunjukkan tren yang berbeda sepanjang Agustus 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan mencatat Kota Balikpapan mengalami deflasi tipis sebesar 0,03 persen, sedangkan Kabupaten Penajam Paser Utara justru mencatatkan inflasi 0,52 persen.
Kepala KPw BI Balikpapan Robi Ariadi mengungkapkan bahwa perbedaan pergerakan harga ini dipengaruhi oleh kelancaran pasokan komoditas serta perubahan cuaca yang mulai memasuki puncak musim kemarau.
Untuk wilayah Balikpapan, penurunan harga didorong oleh tarif angkutan udara dan harga bensin yang melandai setelah penyesuaian harga avtur serta Pertamax. Tak hanya itu, harga sejumlah bahan pangan seperti bawang merah, tomat, hingga kangkung ikut turun. Masuknya pasokan dari Jawa dan Sulawesi yang bertepatan dengan panen lokal di Balikpapan membuat ketersediaan bahan pangan terbilang aman.
Kondisi berbeda terjadi di Penajam Paser Utara. Inflasi di PPU dipicu oleh melambungnya harga daging ayam ras akibat keterbatasan pasokan dan naiknya biaya pakan. Kenaikan harga juga menimpa ikan tongkol karena nelayan terhalang gelombang tinggi, serta cabai rawit dan buncis yang pasokannya menyusut selama musim kemarau.
Meski begitu, beberapa komoditas di PPU seperti tomat, bawang merah, dan bawang putih sempat turun harga menyusul lancarnya pasokan impor dan panen di daerah sentra. Hasil tangkapan ikan layang di perairan setempat yang melimpah juga membantu menahan laju kenaikan harga lebih lanjut.
Menyikapi kondisi ini, BI bersama TPID Balikpapan dan PPU terus merapatkan barisan melalui Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, hingga mengoptimalkan Kios GESIT. BI juga memperluas Kerja Sama Antardaerah dengan Kabupaten Karo dan Bulukumba demi mengamankan pasokan hortikultura.
Ke depan, BI mengingatkan potensi risiko inflasi akibat puncak musim kemarau dan dampak El Nino yang bisa menekan produksi pangan nasional. Sinergi lintas daerah akan terus diperkuat agar stabilitas harga pangan tetap terjaga hingga penghujung tahun. (ant/one)