Subscribe

Gubernur Kaltim : Jadilah Seperti Penyu, Tidak Berisik Telurnya Banyak

3 minutes read

NUSANTARA — Menjadi pemimpin bukan perkara bakat atau garis keturunan. Kepemimpinan ditempa lewat proses panjang—berani tampil, berani bertanggung jawab, dan siap menanggung risiko.Pesan itu disampaikan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud saat berbicara di hadapan ratusan pengusaha dalam Kaltim Leader Forum 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (29/8/2026).Rudy menegaskan, tiga keberanian tersebut menjadi modal dasar seseorang untuk naik kelas sebagai seorang pemimpin.“Kalau tiga syarat ini tidak Anda miliki, maka Anda tidak cocok jadi leader. Cocoknya jadi follower saja, jadi staf,” kata Rudy.Menurutnya, bakat saja tidak cukup. Kemampuan memimpin harus dipadukan dengan ilmu pengetahuan dan pengalaman agar melahirkan keputusan serta strategi yang matang.“Kalau bakat ini dipadupadankan dengan ilmu pengetahuan, maka akan tercipta seni memimpin yang luar biasa. Harus lewat proses, tidak bisa instan,” ujarnya.Rudy kemudian mengibaratkan perjalanan seorang pemimpin seperti ikan hiu. Ikan tersebut tidak akan berkembang maksimal jika hanya berada di ruang sempit.“Ikan hiu tidak akan besar kalau hidup hanya di dalam akuarium. Dia perlu samudera luas untuk menjadi besar,” katanya.Analogi itu ditujukan kepada para pengusaha agar tidak takut keluar dari zona nyaman. Dunia usaha, menurut Rudy membutuhkan keberanian untuk memperluas pengalaman, membangun jaringan, dan berhadapan dengan tantangan yang lebih besar.Ia juga mengingatkan pentingnya membangun koneksi. Seorang pemimpin tidak bisa bekerja sendirian. Kolaborasi dan jejaring menjadi bagian penting untuk membuka peluang sekaligus mempertemukan berbagai kepentingan.Namun, Harum meminta para pengusaha tidak terjebak pada pencitraan. Ia menggunakan perbandingan ayam dan penyu untuk menggambarkan dua karakter berbeda.“Jangan seperti ayam, tapi jadilah penyu,” serunya.Ayam, kata dia, berisik ketika akan bertelur, sementara penyu justru bekerja dalam senyap tetapi mampu menghasilkan puluhan bahkan ratusan telur.Menurutnya, hasil kerja jauh lebih penting daripada sekadar banyak bicara.Ia juga meminta peserta forum mengubah cara pandang terhadap persoalan. Tantangan dalam bisnis maupun kehidupan tidak selalu berarti jalan buntu. Justru dari masalah, peluang baru bisa muncul.“Problem is opportunity,” tegasnya.Harum mengaku sejak muda telah memiliki mimpi untuk suatu hari memimpin Kalimantan Timur. Mimpi itu, menurutnya, tidak terwujud dalam semalam.Ia bercerita mulai serius menekuni dunia bisnis ketika berusia 20 tahun. Dua puluh enam tahun kemudian, ia berdiri sebagai Gubernur Kaltim.“Kalau saya memang punya mimpi. Mimpi saya waktu itu, suatu saat saya akan memimpin Kaltim. Alhamdulillah, setelah 26 tahun, hari ini saya berdiri di sini sebagai Gubernur Kaltim. Semua butuh proses,” ujarnya, disambut tepuk tangan peserta.Forum tersebut turut dihadiri Anggota Komisi VI DPR RI Sarifah Suraidah Harum, Ketua Kadin Kaltim Putri Amanda Nurramadhani, serta CEO sekaligus Co-Founder CIAS Indrawan Nugroho.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *