Subscribe

Skenario Baru Pertamina dan Pemkot Balikpapan urai Antrean BBM

2 minutes read

Balikpapan, nusaetamnews.com : Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan bareng Pemkot Balikpapan resmi mengambil langkah taktis buat mengurai antrean panjang kendaraan di SPBU. Skenarionya mulai dari menambah titik penyaluran pertalite sampai menerapkan aturan ganjil genap demi menjaga ketertiban kota dan memastikan distribusi BBM bersubsidi bisa makin tepat sasaran. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Edi Mangun berharap pembagian titik layanan dan waktu pengisian ini bisa membuat suasana di SPBU jadi jauh lebih tertib dan nyaman.

Sebagai solusinya, Pertamina langsung menyiapkan lima titik SPBU tambahan yang khusus melayani pengisian pertalite buat kendaraan roda dua. Lokasinya tersebar di SPBU Teritip, SPBU Batakan, SPBU Grand City, SPBU Gunung Bahagia, dan SPBU Kebun Sayur. Langkah ini diambil buat mendekatkan jangkauan layanan ke warga sekaligus memecah penumpukan motor yang sering bikin macet.

Pemkot Balikpapan juga mengatur ulang jam operasional di beberapa SPBU vital. Di SPBU MT Haryono dan SPBU Sepinggan, pengisian motor dibuka dari jam 06.00 sampai 22.00 WITA, sementara mobil baru dilayani mulai jam 22.00 hingga 06.00 WITA. Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengimbau pemilik mobil buat nggak ngetem atau mengantre sebelum jam sepuluh malam. Sementara itu, SPBU Gunung Guntur dikhususkan buat mobil dari jam 08.00 sampai 22.00 WITA, dan SPBU Kariangau disiapin khusus melayani Bus Bacitra serta bus antarmoda Balikpapan-IKN pada jam 22.00 hingga 24.00 WITA. SPBU di luar daftar tersebut dipastikan tetap beroperasi normal seperti biasa.

Pengaturan jam ini sengaja dibuat demi menyelamatkan kelancaran usaha UMKM dan toko-toko di sekitar lokasi yang selama ini kena imbas macet akibat antrean kendaraan. Bukan cuma pertalite, pengisian biosolar di SPBU Kilometer 13 dan 15 juga makin diketatin lewat aturan ganjil genap sesuai nomor polisi kendaraan, lengkap dengan batas jeda pengisian ulang maksimal 48 jam sekali. Biar semua kebijakan ini berjalan mulus di lapangan, Pertamina memperkuat stok, menyiapkan mobil tangki cadangan, hingga menyiagakan petugas pengatur antrean hasil koordinasi ketat bareng Pemkot, BPH Migas, dan aparat keamanan. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *