Subscribe

Gratispol Pendidikan Kaltim Dibuka Tanpa Sekat

2 minutes read

SAMARINDA – Pendidikan tinggi di Kalimantan Timur kini diarahkan menjadi hak yang bisa diakses seluruh warga, bukan hanya mereka yang memenuhi kriteria tertentu.

Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud menegaskan Program Gratispol Pendidikan tidak lagi dibatasi oleh status ekonomi maupun capaian akademik. Warga miskin maupun kaya, ber-IP tinggi maupun rendah, memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Kalau di beasiswa selama ini kita mengenal harus pintar dan harus miskin. Yang punya surat miskin dan IP-nya tinggi baru diberikan beasiswa,” kata Rudy saat menerima Bupati Kutai Timur H Ardiansyah Sulaiman di Harum Resort Balikpapan, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, pola tersebut kini diubah. Gratispol dirancang untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi masyarakat Kaltim.

“Gratispol kita tidak mengenal itu. Artinya, baik miskin maupun kaya, IP-nya tinggi maupun rendah, semua bisa mendapatkan hak yang sama untuk bersekolah di perguruan tinggi Kaltim dari jenjang S1, S2 hingga S3,” tegasnya.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi Pemprov Kaltim memperkuat kualitas sumber daya manusia. Pemerintah tidak ingin persoalan ekonomi maupun perbedaan latar belakang menjadi penghalang anak-anak Kaltim mengenyam pendidikan tinggi.

Rudy menyebut pemerataan pendidikan juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus menjaga agar pembangunan SDM tidak hanya dinikmati kelompok tertentu.

“Upaya kita ini untuk mengangkat harkat dan martabat etnis Dayak, Kutai, Banjar, Jawa, Bugis, dan seluruh warga Kaltim tanpa terkecuali. Inilah bentuk pengabdian kami kepada masyarakat,” ujarnya.

Namun, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada Pemprov Kaltim. Rudy meminta dukungan pemerintah kabupaten/kota dan seluruh elemen masyarakat agar Gratispol benar-benar berjalan dan memberikan dampak luas.

“Kami berharap program-program prioritas di-support kepala daerah dan seluruh elemen masyarakat. Para bupati, wali kota, dan elemen masyarakat bersama Pemprov Kaltim memajukan daerah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan taraf hidup masyarakat melalui jalur pendidikan,” pungkasnya.

Dengan konsep tanpa sekat tersebut, Gratispol diharapkan menjadi salah satu mesin utama pembangunan SDM Kaltim. Bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi investasi jangka panjang untuk memastikan semakin banyak anak daerah memiliki kesempatan menentukan masa depannya melalui pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *