Subscribe

Kaltim Bidik Ekspor Langsung, Produk Unggulan Daerah Didorong Tembus Pasar Global

2 minutes read

SAMARINDA – Kalimantan Timur mulai membidik ekspor langsung produk unggulan daerah melalui pelabuhan dan bandara yang ada di wilayah sendiri. Langkah ini dinilai bukan sekadar memperluas pasar, tetapi juga membuka sumber pendapatan baru bagi daerah.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan peluang ekspor produk daerah harus mulai dikelola lebih serius oleh pemerintah daerah. Bahkan, skema perdagangan luar negeri tersebut terbuka untuk dikelola melalui perusahaan daerah (perusda) agar manfaat ekonominya lebih besar kembali ke Kaltim.

“Ke depan kita tetap memikirkan terkait ekspor langsung ini. Semoga pengembangan produk ekspor ini bisa memberikan nilai tambah bagi daerah,” kata Seno saat menerima Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Barantin) Kaltim Arum Kusnila Dewi beserta jajaran di Ruang Rapat Wagub Kaltim, Selasa (11/8/2026).

Seno menyambut dukungan Barantin untuk mendorong Kaltim mampu mengirim produk unggulannya langsung ke luar negeri. Menurutnya, dukungan tersebut penting karena proses ekspor tidak hanya menyangkut ketersediaan produk, tetapi juga karantina, perizinan hingga kesiapan distribusi.

“Kami sangat senang karena Barantin bersemangat agar Kaltim bisa ekspor produk melalui pelabuhan maupun bandara sendiri,” ujarnya.

Pemprov Kaltim selanjutnya akan mengoordinasikan rencana tersebut dengan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dan pihak terkait. Fokusnya memastikan produk lokal yang memiliki potensi pasar ekspor bisa memenuhi persyaratan sekaligus memiliki jalur pengiriman yang efisien.

Barantin Kaltim sendiri siap mendukung proses tersebut, termasuk dalam pengurusan persyaratan karantina, perizinan dan penyiapan pengiriman komoditas. Dukungan konektivitas jalur distribusi juga menjadi bagian penting agar produk Kaltim tidak lagi harus bergantung pada daerah lain untuk keluar menuju pasar internasional.

Bagi Kaltim, ekspor langsung menjadi peluang untuk memangkas rantai distribusi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas. Pemerintah daerah kini dituntut tidak hanya menjadi penghasil bahan mentah, tetapi juga mampu mengambil peran lebih besar dalam perdagangan hingga ke pasar global.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Arif Murdiyatno serta perwakilan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura dan Dinas ESDM Kaltim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *