Subscribe

Sinergi TPID dan BI Berhasil Tekan Inflasi Kaltim Juli 2026 Jadi 0,18 Persen

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Sinergi kuat antara Bank Indonesia Kalimantan Timur (BI Kaltim) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sukses meredam laju inflasi di Provinsi Kalimantan Timur. Penguatan rantai distribusi pangan ke kabupaten/kota terbukti ampuh menjaga keterjangkauan dan kemudahan akses kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Kepala Perwakilan BI Kaltim sekaligus Wakil Ketua I TPID Kaltim, Jajang Hermawan, mengungkapkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim pada Juli 2026 mencatatkan inflasi bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,18 persen. Angka ini turun drastis dibandingkan realisasi bulan Juni 2026 yang menyentuh angka 0,70 persen.

Jajang menjelaskan, capaian positif ini merupakan buah dari konsistensi penerapan strategi 4K yang meliputi:

Keterjangkauan Harga: Mendorong pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar, dan program stabilisasi harga untuk komoditas strategis.
Ketersediaan Pasokan: Memperketat pemantauan stok bersama Bulog dan dinas terkait, khususnya untuk pasokan beras, daging ayam ras, dan ikan.
Kelancaran Distribusi: Memperkuat koordinasi lintas wilayah guna mengikis potensi hambatan rantai pasok di lapangan.

  • Komunikasi Efektif: Mengintensifkan pemantauan harga rutin serta penyampaian informasi publik guna menjaga ekspektasi inflasi tetap stabil.

Secara sektoral, pemicu utama inflasi pada Juli 2026 disumbangkan oleh kelompok transportasi dan pendidikan. Sektor transportasi masih terpengaruh dampak lanjutan dari penyesuaian harga BBM Pertamax pada Juni 2026 serta kenaikan harga pelumas mesin. Sementara sektor pendidikan terdorong oleh momentum masuknya tahun ajaran baru 2026/2027.

Meski demikian, laju inflasi berhasil tertahan berkat deflasi pada sejumlah komoditas pangan dan barang konsumsi, seperti cabai rawit, bawang merah, tomat, cabai merah, hingga emas perhiasan.

Dilihat dari pemetaan spasial, inflasi bulanan tertinggi di Kaltim terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar 0,28 persen, disusul Kota Balikpapan (0,25 persen) dan Kota Samarinda (0,20 persen). Di sisi lain, Kabupaten Berau justru mencatatkan deflasi sebesar 0,18 persen (mtm).

Ke depan, BI dan TPID se-Kaltim berkomitmen untuk terus memperkuat langkah mitigasi dini dan pengawasan melalui Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS) demi menjaga daya beli masyarakat serta menopang iklim ekonomi daerah yang kondusif.(ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *