Subscribe

Bukan Cuma Modal, Dinsos Kaltim Bekali Keluarga Rentan Keterampilan Usaha Lewat Bimtek

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Timur memastikan para penerima bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) tidak cuma sekadar mendapatkan suntikan modal, tetapi juga dibekali kemampuan manajerial yang matang lewat bimbingan teknis.

Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kaltim, Saprudin Saida Panda, menegaskan bahwa pembekalan manajerial ini krusial agar warga penerima manfaat mampu mengelola usahanya secara profesional dan berkelanjutan.

Upaya penguatan kapasitas pelaku usaha prasejahtera ini diwujudkan salah satunya melalui penyaluran bantuan modal kepada 100 keluarga penerima manfaat di Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur.

Masing-masing keluarga mengantongi bantuan modal sebesar Rp2,5 juta. Dana tersebut dikhususkan untuk belanja bahan baku dan alat produksi pendukung, mulai dari bahan pembuat kue, alat masak, hingga perlengkapan pengemasan produk.

Panda menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan fondasi perencanaan keuangan yang sehat serta strategi pengembangan bisnis yang berkesinambungan.

Tak dilepas begitu saja, penyaluran modal usaha ini dibarengi dengan pendampingan melekat selama enam bulan demi memastikan roda bisnis warga tetap berputar.

Para peserta yang didominasi usia produktif 25 hingga 45 tahun ini mendapat materi komprehensif, termasuk tata cara pembukuan sederhana. Menurut Panda, ketahanan ekonomi keluarga sangat bergantung pada inovasi dan keuletan para pelaku usaha dalam membaca peluang pasar di wilayah sekitar.

Penyaluran modal di Kutai Timur ini merupakan bagian dari program distribusi berkelanjutan yang telah menjangkau lebih dari 1.500 penerima manfaat di 10 kabupaten dan kota se-Kaltim. Pada tahun 2026, program UEP juga menyasar Kutai Kartanegara, Bontang, Penajam Paser Utara, Balikpapan, dan daerah lainnya secara bertahap.

Panda mengungkapkan antusiasme peserta sangat tinggi. Ratusan warga tampak aktif berdiskusi membahas kendala hingga potensi pengembangan usaha rumahan mereka.

Pemprov Kaltim berharap kombinasi suntikan modal dan peningkatan pengetahuan ini sanggup menghindarkan sedikitnya 80 persen pelaku usaha kecil dari risiko gagal bisnis.

Sebanyak 10 pendamping lapangan diterjunkan untuk melakukan evaluasi berkala guna memastikan bantuan modal dimanfaatkan tepat sasaran demi menggenjot pendapatan harian dan memacu kesejahteraan keluarga. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *