Bapor dan LKBH Korpri Kaltim Dituntut Buat Program Nyata
SAMARINDA – Pengurus baru Badan Pembina Olahraga (Bapor) dan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Korpri Kalimantan Timur (Kaltim) resmi dikukuhkan. Tantangannya kini bukan sekadar menjalankan roda organisasi, tetapi memastikan keberadaannya benar-benar memberi manfaat bagi anggota Korpri dan masyarakat.
Wakil Gubernur Kaltim H Seno Aji menegaskan, Bapor dan LKBH Korpri harus mampu menerjemahkan amanah organisasi ke dalam program yang konkret dan dirasakan manfaatnya.
“Kami berharap kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik serta mampu menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi anggota Korpri dan masyarakat luas,” kata Seno Aji saat menghadiri pengukuhan Pengurus Provinsi Bapor Korpri dan LKBH Korpri Kaltim masa bakti 2026-2031 di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (29/7/2026).
Menurut Seno, Bapor Korpri tidak hanya bicara soal kompetisi olahraga. Organisasi ini memiliki peran penting dalam membangun kebugaran, kesehatan, sekaligus prestasi olahraga di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sementara LKBH Korpri memiliki tugas yang tak kalah penting, yakni memastikan anggota Korpri mendapatkan akses konsultasi, pendampingan, hingga bantuan hukum yang profesional ketika menghadapi persoalan dalam menjalankan tugas.
Karena itu, Seno berharap kedua organisasi tersebut bergerak aktif dan tidak berhenti pada seremoni pengukuhan.
“Bapor Korpri dan LKBH Korpri Kaltim diharapkan semakin aktif berkontribusi dalam mendukung terwujudnya aparatur yang sehat, berintegritas, profesional, dan memiliki kepastian perlindungan hukum dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya.
Pengukuhan Bapor Korpri Kaltim dilakukan langsung Ketua Umum Pengurus Pusat Bapor Korpri HM Asrorun Ni’am Sholeh. Aji Muhammad Fitra Firnanda dipercaya memimpin Bapor Korpri Kaltim untuk masa bakti 2026-2031.
Sedangkan kepengurusan LKBH Korpri Kaltim dikukuhkan Seno Aji dengan Suparmi dipercaya sebagai ketua.
Asrorun mengingatkan, pengukuhan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Bagi ASN, menjaga kondisi fisik sama pentingnya dengan mengasah kemampuan intelektual karena pelayanan publik membutuhkan aparatur yang sehat dan prima.
“Kita menjadi abdi negara untuk melaksanakan tugas-tugas pelayanan publik. Sehebat apa pun kita punya pemikiran, kalau tidak ditunjang dengan fisik yang sehat, tentu tidak banyak manfaat,” tegasnya.
Ia bahkan mengingatkan, kemampuan dan cita-cita besar seorang ASN tidak akan banyak berarti jika tidak dibarengi kondisi fisik yang prima.
“Mimpi boleh setinggi langit, kalau tidak ditopang dengan kondisi yang prima, maka bagian kepegawaian akan mempensiunkan kita,” ujarnya.
Dengan kepengurusan baru ini, Bapor dan LKBH Korpri Kaltim diharapkan tidak sekadar menjadi pelengkap organisasi, tetapi hadir sebagai dua instrumen yang memperkuat kualitas ASN—sehat secara fisik, profesional dalam bekerja, sekaligus terlindungi secara hukum.
Pengukuhan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, Dewan Ahli LKBH Korpri Nasional Dr Drs Karjono SH, kepala OPD dan biro di lingkungan Pemprov Kaltim serta undangan lainnya.