Karakter Jadi Sorotan, Kaltim Susun Arah Baru Pendidikan Vokasi
Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai menyusun strategi baru pendidikan vokasi yang tidak hanya mengejar keterampilan teknis, tetapi juga menempatkan pembentukan karakter sebagai fondasi utama dalam mencetak lulusan siap kerja.
Pesan itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) II Penyusunan Strategi Daerah Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi (PVPV) Kalimantan Timur yang dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni di Hotel Mercure Samarinda, Kamis (23/7/2027).
Sri Wahyuni menilai tantangan dunia kerja saat ini tidak lagi cukup dijawab dengan kemampuan teknis semata. Di tengah derasnya perkembangan teknologi digital dan arus informasi, lulusan pendidikan vokasi juga dituntut memiliki integritas, etika, dan karakter yang kuat.
Menurutnya, strategi pendidikan vokasi di Kaltim harus mampu melahirkan lulusan SMK yang unggul dari sisi kompetensi sekaligus memiliki kepribadian yang baik.
“Karakter tidak boleh dipisahkan dari pendidikan vokasi. Lulusan SMK harus menjadi kebanggaan karena memiliki kemampuan, mampu beradaptasi, dan memberi manfaat bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berbagai kajian menunjukkan bahwa keberhasilan memanfaatkan bonus demografi sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Generasi muda yang hanya memiliki kemampuan tanpa karakter, ataupun sebaliknya, dinilai belum cukup untuk menghadapi persaingan di masa depan.
Karena itu, penyusunan strategi daerah pendidikan vokasi diarahkan untuk menghasilkan keseimbangan antara kompetensi dan karakter sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun membangun kemandirian.
Sri Wahyuni berharap FGD tersebut melahirkan rumusan kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur.
Hasil pembahasan itu diharapkan menjadi pijakan dalam membangun sistem pendidikan vokasi yang lebih adaptif, sehingga mampu mencetak lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap mendukung pembangunan daerah menuju Generasi Emas Indonesia.