Masuk Konsul LIMA Kota IKN, PPU Kebut Pengembangan Pelabuhan Benuo Taka Biar Logistik Makin Fast Track!
Penajam, nusaetamnews.com : Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, makin memantapkan posisinya sebagai benteng utama penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Masuk dalam konsep pengembangan kawasan lima kota garapan Bappenas, Pemkab PPU kini bergerak cepat mengebut pengembangan Pelabuhan Benuo Taka demi memperkuat jalur logistik regional.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda PPU, Hadi Saputro, mengungkapkan bahwa PPU bersanding dengan IKN, Balikpapan, Samarinda, dan Bontang karena punya posisi super strategis dalam rantai pasok barang.
“Pembahasan bersama Kementerian PPN/Bappenas dan Otorita IKN, kabupaten ini masuk konsep pengembangan,” ujar Hadi di Penajam, Rabu.
Spesifikasi Top: Siap Tampung Kapal Feri hingga Tongkang
Keunggulan geografis PPU yang punya akses langsung ke laut jadi kartu truf buat menopang distribusi logistik. Demi merealisasikan peran vital ini, Pemkab PPU udah merampungkan pembebasan lahan area darat seluas 40 hektare dengan garis pantai mencapai 800 meter.
Gak cuma luas, kondisi perairan Pelabuhan Benuo Taka juga sangat mumpuni. Memiliki kedalaman antara 7 hingga 14 meter, pelabuhan ini siap melayani sandarnya kapal feri hingga kapal tongkang (ponton) bermuatan besar.
Pelabuhan ini diproyeksikan jadi feeder port alias pelabuhan pengumpan utama yang bakal mengalirkan pasokan barang ke kawasan IKN, PPU, hingga wilayah lain di Indonesia timur.
Operalional Diserahkan ke Perumda, Targetkan Sinergi Swasta
Biar geraknya makin lincah dan berorientasi bisnis, Pemkab PPU mengambil langkah taktis dengan mengalihkan pengelolaan Pelabuhan Benuo Taka dari Dinas Perhubungan ke Perusahaan Umum Daerah (Perumda).
“Pengelolaan pelabuhan dialihkan kepada Perumda untuk memaksimalkan potensi dan pendapatan daerah, serta mempercepat pengembangan pelabuhan guna menunjang logistik IKN,” jelas Hadi.
Sebagai informasi, pelabuhan yang beroperasi sejak 2017 ini sebenarnya udah jadi “mesin pencetak rupiah” daerah lewat aktivitas bongkar muat batu bara dan minyak sawit mentah (CPO). Dari aktivitas tersebut, Pelabuhan Benuo Taka rutin menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp4 miliar hingga Rp6 miliar per tahun.
Lewat kendali Perumda, peluang kerja sama investasi bareng pihak swasta bakal makin terbuka lebar. Harapannya, Pelabuhan Benuo Taka gak cuma jadi simpul logistik IKN, tapi juga tumbuh jadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di PPU secara berkelanjutan. (ant/one)