Subscribe

Gaet Negara Afrika, Berau Sulap Lahan Eks Tambang Batu Bara Jadi Kebun Kemiri Sunan!

2 minutes read

Tanjung Redeb, nusaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau punya jurus seru buat menangani lahan bekas tambang batu bara. Berkolaborasi dengan Republik Seychelles—negara kepulauan di Afrika—Pemkab Berau berencana menyulap lahan kritis pascatambang menjadi kebun kemiri sunan (Reutealis trisperma).

Proyek win-win solution ini digadang-gadang gak cuma memulihkan lingkungan, tapi juga mendongkrak perekonomian warga lokal.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan kalau kemiri sunan dipilih karena terbukti “tahan banting” dan sanggup tumbuh subur di lahan marjinal maupun terdegradasi.

“Pemkab Berau mendorong pemanfaatan tanaman kemiri sunan sebagai solusi rehabilitasi lahan kritis pasca-tambang yang mampu menghadirkan manfaat ekologis sekaligus meningkatkan ekonomi,” ujar Gamalis di Tanjung Redeb, Rabu.

Punya Efek Ekologis Mantap & Penghasil Biodiesel

Berdasarkan hasil kajian, kemiri sunan punya superpower tersendiri. Secara ekologis, akar tunggangnya yang kuat sanggup mencegah erosi dan tanah longsor. Tajuk pohonnya efektif menurunkan suhu permukaan, plus guguran daunnya mempercepat pemulihan kesuburan tanah.

Nggak cuma ramah lingkungan, dari sisi ekonomi dan energi, kemiri sunan juga bikin tergiur:

  • Penghasil Energi Terbarukan: Menghasilkan minyak nabati dengan rendemen sekitar 52 persen yang siap diolah jadi biodiesel.
  • Investasi Jangka Panjang: Mulai berbuah di usia 4–5 tahun dengan masa produktif yang super panjang, bisa mencapai 50 hingga 100 tahun!

“Rehabilitasi pasca-tambang bukan hanya kewajiban, tapi harus menjadi investasi jangka panjang. Ini bukan sekadar penghijauan, namun merupakan upaya menciptakan kawasan produktif yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat di masa depan,” tegas Gamalis.

Kolaborasi Bareng Utusan Khusus Seychelles

Langkah hijau ini dimatangkan dalam pertemuan bareng Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, serta perwakilan perusahaan tambang pada Selasa sebelumnya.

Nico Barito menyampaikan kalau Seychelles udah mengantongi blueprint alias model pengelolaan lahan eks tambang lewat budidaya kemiri sunan.

“Keberhasilan pembangunan bukan hanya diukur dari sumber daya yang dimanfaatkan, tapi juga dari langkah mengembalikan fungsi alam. Kemiri sunan merupakan tanaman penghasil biodiesel, dan kami sudah punya model pengelolaannya,” kata Nico. Gamalis pun mengapresiasi penuh dukungan dari Seychelles. Harapannya, sinergi ini jadi pemicu masuknya era ekonomi hijau di Berau yang melibatkan peran aktif dari perusahaan-perusahaan tambang setempat.(ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *