Seno Aji Ingin Kaltim Punya Durian Ikonik, Lai Disiapkan Jadi Buah Khas Bumi Etam
KUKAR – Kalimantan Timur tidak hanya ingin dikenal sebagai daerah penghasil batu bara dan penyangga Ibu Kota Nusantara. Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji ingin Bumi Etam juga memiliki durian khas yang menjadi tujuan para pecinta buah dari berbagai daerah.
Harapan itu disampaikan Seno Aji saat menghadiri kegiatan Gemilang Durian Petani Maju Syngenta di Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, potensi durian lokal Kaltim sangat besar, namun perlu didukung dengan teknologi budidaya, peningkatan kualitas, dan pemasaran agar mampu bersaing dengan durian unggulan dari daerah lain.
“Ke depan kami ingin Kalimantan Timur memiliki durian khas yang dikenal secara nasional. Kami ingin lai durian menjadi ikon buah unggulan Kaltim. Ketika orang datang ke Bumi Etam, mereka mencari lai seperti orang mencari durian khas di daerah lain,” kata Seno.
Ia menilai kolaborasi pemerintah, perusahaan, dan petani menjadi kunci meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat. Program pendampingan seperti yang dilakukan PT Syngenta dinilai mampu membantu petani menghasilkan buah berkualitas dengan teknologi budidaya yang lebih modern.
Sebelum menghadiri kegiatan utama, Seno Aji bersama Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri meninjau kawasan agrowisata durian seluas 6,5 hektare di Desa Sidomulyo. Di lokasi tersebut tumbuh sekitar 650 pohon durian premium, mulai dari Musang King, Black Thorn, Bawor, Montong hingga durian lokal unggulan.
Rombongan juga mencicipi sejumlah varietas durian, termasuk lai yang digadang-gadang menjadi identitas baru buah khas Kalimantan Timur.
Melalui pengembangan sentra durian dan dukungan teknologi budidaya, Pemerintah Provinsi Kaltim berharap komoditas ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga berkembang menjadi destinasi agrowisata dan memperkuat identitas daerah di tingkat nasional.