Festival Harus Jadi Mesin Ekonomi Baru Kaltim
BERAU – Festival budaya tak cukup hanya dipandang sebagai ajang melestarikan tradisi. Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menegaskan kekayaan budaya daerah harus menjadi kekuatan baru yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
“Kita harus mencari alternatif baru untuk mendorong perekonomian daerah, salah satunya melalui wisata budaya,” kata Seno Aji saat membuka Festival Abutta Banua 2026 di Tepian Keraton Sambaliung, Kabupaten Berau, Rabu (1/7/2026).
Festival yang menjadi bagian dari peringatan HUT ke-24 Kecamatan Sambaliung dan HUT ke-6 PKL Basuli tersebut telah berlangsung sejak 27 Juni dan akan berakhir pada 4 Juli 2026.
Di hadapan masyarakat dan tamu undangan, Seno menilai Kalimantan Timur memiliki modal budaya yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan. Menurutnya, potensi itu harus dikelola secara serius agar mampu menciptakan perputaran ekonomi, membuka peluang usaha, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai festival budaya memiliki dampak yang jauh lebih luas dibanding sekadar hiburan. Kehadirannya mampu menghidupkan sektor pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif hingga memperkuat identitas daerah di tengah derasnya arus modernisasi.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan akan terus mendukung berbagai agenda budaya sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyebut Festival Abutta Banua merupakan bentuk komitmen menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah masyarakat. Ia juga menjelaskan filosofi nama festival tersebut.
Menurutnya, “Abutta” berarti repot, sedangkan “Banua” merujuk pada suku Banua, salah satu suku asli Kabupaten Berau. Makna itu menggambarkan semangat gotong royong masyarakat Banua dalam menyelenggarakan pesta budaya mereka.
Sri berharap festival ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan adat, seni, tradisi, serta sejarah Berau kepada masyarakat yang lebih luas.
Pembukaan festival berlangsung meriah dengan kehadiran perwakilan Kesultanan Sambaliung, Kesultanan Gunung Tabur, Kesultanan Bulungan, tokoh adat, Forkopimda, serta masyarakat yang memadati kawasan Tepian Keraton Sambaliung.
Ketua Panitia Festival Abutta Banua 2026, Iskandar Zulkarnain mengapresiasi dukungan masyarakat Sambaliung yang menjadi kekuatan utama terselenggaranya festival tahun ini.
Festival Abutta Banua diharapkan tidak hanya memperkuat identitas budaya Berau, tetapi juga berkembang menjadi magnet wisata yang mampu mendatangkan wisatawan, menggerakkan UMKM, dan menghadirkan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat Benua Etam.