Subscribe

Gubernur Ajak Forkopimda Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Kaltim

2 minutes read

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai mengantisipasi berbagai tantangan yang diperkirakan memengaruhi kondisi daerah, mulai dari perlambatan ekonomi, potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor batu bara, hingga ancaman peredaran narkoba.

Dalam Rapat Koordinasi Forkopimda Kaltim 2026 di Kantor Gubernur, Selasa (30/6), Gubernur Rudy Mas’ud mengajak seluruh unsur Forkopimda bergerak bersama menjaga stabilitas daerah agar tetap aman dan kondusif.

Menurut Rudy, dinamika global yang berdampak pada pelemahan nilai tukar rupiah serta penyesuaian harga BBM nonsubsidi perlu diantisipasi sejak dini. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi harga barang di Kaltim yang masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Di sisi lain, pemerintah juga mencermati potensi PHK di sektor pertambangan, terutama di wilayah Kutai Timur dan Kutai Kartanegara, seiring penyesuaian RKAB dari pemerintah pusat.

“Yang kita jaga adalah stabilitas ekonomi daerah, hak-hak pekerja, dan iklim investasi agar tetap sehat,” ujar Rudy.

Ia meminta seluruh jajaran pemerintah, aparat keamanan, dan instansi terkait tidak menunggu persoalan membesar sebelum mengambil langkah. Pengawasan distribusi BBM subsidi juga perlu diperketat agar tidak terjadi penyalahgunaan maupun antrean panjang.

Selain persoalan ekonomi, rapat turut membahas sejumlah isu strategis lain, seperti konflik agraria, keselamatan pelayaran di Sungai Mahakam, sengketa batas wilayah Kutai Timur dan Berau, serta upaya meningkatkan pendapatan asli daerah.

Ancaman narkoba juga menjadi perhatian serius. Rudy mengajak seluruh elemen masyarakat ikut mempersempit ruang gerak peredaran narkotika dengan membangun gerakan bersama menolak narkoba.

“Kalau semua berkata tidak, ruang peredaran narkoba akan semakin sempit. Mari bersama-sama tolak narkoba,” tegasnya.

Rudy juga menilai stabilitas politik menjadi modal penting bagi pembangunan. Pemerintah Provinsi Kaltim membuka ruang dialog dengan masyarakat dan mahasiswa, selama disampaikan secara santun dan tetap menghormati aturan.

Ia optimistis kolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan mampu menjaga Kalimantan Timur tetap aman, sehingga pembangunan dan investasi dapat terus berjalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *