Subscribe

Warisan Lintas Generasi! Kutim Andalkan Formula 3P buat Sulap Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Jadi Wisata Berkelanjutan

3 minutes read

Sangata, nusaetamnews.com :  Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim), Kalimantan Timur, lagi serius banget nih menggarap potensi Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Nggak mau asal viral lalu rusak, Pemkab Kutim menerapkan formula khusus berbasis 3P—yaitu Perlindungan, Pendidikan, dan Pemberdayaan—biar destinasi super keren ini manfaatnya bisa awet sampai lintas generasi.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan komitmennya untuk menjaga kawasan ini agar tetap lestari. Baginya, Geopark ini bukan sekadar tempat wisata biasa, melainkan aset daerah bernilai tinggi yang memadukan misi konservasi dan edukasi.

“Pemkab Kutim sepakat menjaga kawasan tersebut agar tetap terlindungi karena merupakan bagian dari aset daerah yang memiliki nilai strategis dalam mendukung konservasi, pendidikan, dan pengembangan pariwisata,” ujar Ardiansyah di Sangatta, Selasa.

Membedah Strategi 3P: Gimana Cara Mainnya?

Nggak cuma sekadar jargon, Pemkab Kutim memecah pilar 3P ini ke dalam aksi nyata di lapangan:

Perlindungan Tanpa Kompromi (Protection)

Kawasan Geopark dibagi menjadi tiga ring: Zona Inti, Zona Penyangga, dan Zona Pengembangan.

  • Di zona inti, aturan mainnya ketat banget: Dilarang keras ada aktivitas penambangan, pembukaan lahan, atau apa pun yang bisa merusak lanskap dan lukisan purba di dalam gua!
  • Kuota pengunjung harian dibatasi demi menjaga daya dukung lingkungan.
  • Pemasangan pagar pengaman, sistem pemantauan berkala, larangan bahan kimia berbahaya, serta pengaturan jalur trekking agar dinding gua tetap aman dari kerusakan.

Penelitian dan Edukasi (Education)

Kawasan ini disiapkan buat jadi “Sekolah Alam Terbuka”. Pemkab bakal membangun pusat informasi geopark dan jalur wisata edukasi yang dilengkapi papan penjelasan sejarah geologi serta makna budayanya. Kerennya lagi, materi tentang Geopark ini bakal dimasukkan ke kurikulum sekolah lewat program Adiwiyata, plus membuka pintu lebar-lebar bagi peneliti nasional maupun internasional.

Pemberdayaan Masyarakat (People)

Warga lokal nggak boleh cuma jadi penonton. Mereka dilatih secara profesional untuk jadi pemandu wisata bersertifikat, pengelola homestay, perajin, hingga pelaku kuliner khas. Melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE), perputaran uang dari tiket masuk, transportasi, dan oleh-oleh bakal langsung masuk ke kantong warga desa setempat. Produk lokal seperti madu hutan, kopi, olahan kakao, dan kerajinan anyaman juga di-upgrade kemasannya biar makin dilirik wisatawan.

Tren Kunjungan Naik Kelas, Target Tembus 16 Ribu Turis

Strategi ramah lingkungan ini terbukti bikin wisatawan penasaran. Data kunjungan ke Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menunjukkan tren yang positif banget:

  • Tahun 2025: Tercatat ada 12.470 pengunjung (melejit 35 persen dibanding tahun sebelumnya).
  • Pertengahan 2026: Angka kunjungan sudah menyentuh 7.850 orang.
  • Proyeksi Akhir 2026: Dengan tren yang ada, kunjungan wisatawan diperkirakan bakal booming dan mampu menembus angka 16.000 pengunjung.

Dengan pengelolaan yang sustainable (berkelanjutan) kayak gini, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat membuktikan kalau menjaga alam dan mendatangkan cuan untuk masyarakat lokal bisa berjalan beriringan! (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *