Subscribe

Atasi Keterbatasan Anggaran, Legislator Paser Hamransyah Dorong Skema Multiyears Buat Garap Jalan di Long Kali

2 minutes read

Paser, nusaetamnews.com : Akses jalan penghubung antardesa masih menjadi keluhan utama warga di Kecamatan Long Kali. Menyikapi hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Paser, Hamransyah, langsung pasang badan dan mendesak pemerintah daerah untuk putar otak dalam menyiasati keterbatasan anggaran.

Solusi konkret ini disuarakannya usai menggelar agenda reses untuk menjemput aspirasi masyarakat di Desa Mendik Karya, Kecamatan Long Kali.

“Kami mendorong Pemerintah Kabupaten Paser untuk mengoptimalkan penerapan skema anggaran tahun jamak (multiyears) guna mempercepat penyelesaian proyek-proyek infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat,” tegas Hamransyah di Tanah Grogot, Minggu (14/6).

Menurut Hamransyah, proyek infrastruktur strategis seperti jalan desa sering kali mandek kalau hanya mengandalkan ketengan anggaran tahunan. Dengan skema multiyears, pembangunan bisa digenjot terus secara bertahap tanpa perlu cemas terhambat oleh pergantian tahun anggaran.

Ingatkan Pemerintah Jangan Pelit buat Dana Pendidikan

Meski ngotot meminta percepatan pembangunan fisik jalan, politisi ini mengingatkan Pemkab Paser agar tidak melupakan kewajiban lainnya.

Hamransyah mewanti-wanti agar pemenuhan anggaran wajib (mandatory spending) tidak diganggu gugat, terutama untuk sektor pelayanan dasar.

“Sektor pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama. Sesuai amanat undang-undang, alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBD wajib dipenuhi dan sama sekali tidak boleh disunat,” cetusnya lantang.

Sawit Gak Dapat Pupuk Subsidi Lagi, Ini Alasannya!

Selain curhat soal jalanan yang rusak, emak-emak dan bapak-bapak petani di Desa Mendik Karya juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan bibit unggul serta langkanya pasokan pupuk di pasaran yang bikin produktivitas kebun mereka merosot.

Mendengar keluhan tersebut, Hamransyah langsung memberikan edukasi dan meluruskan aturan terbaru dari pusat. Ia menjelaskan bahwa saat ini sektor perkebunan kelapa sawit memang sudah dicoret dari daftar penerima program pupuk bersubsidi.

“Kebijakan subsidi pupuk dari pemerintah sekarang memang difokuskan penuh untuk mendukung sektor pertanian pangan. Tujuannya jelas, untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” terangnya.

Di akhir sesi, Hamransyah memberikan acungan jempol bagi kemandirian ekonomi warga Desa Mendik Karya yang tetap gigih berproduksi. Ia berjanji akan mengawal penuh perbaikan jalan di wilayah tersebut agar distribusi hasil panen lancar dan ekonomi pedesaan bisa langsung melesat naik. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *