Bukan Cuma Orangutan! TN Kutai Fokus Proteksi 6 Flora Super Penting Borneo dari Ancaman Kepunahan
Kutai Timur, nusaetamnes.com : Bicara soal Taman Nasional Kutai (TNK) di Kalimantan Timur, pikiran kita pasti langsung tertuju pada orangutan. Padahal, kawasan konservasi seluas 193.753,42 hektare ini juga jadi benteng pertahanan terakhir bagi kekayaan nabati Kalimantan.
Saat ini, Balai TNK lagi fokus banget menjaga kelestarian enam flora penting yang punya nilai ekologis, kesehatan, dan budaya yang tak ternilai harganya. Langkah ini krusial banget demi menjaga keberlanjutan ekosistem hutan hujan tropis.
“Perlindungan habitat alami, pengendalian penebangan liar, serta program rehabilitasi hutan menjadi prioritas utama kami agar keberadaan tanaman khas ini tetap terjaga,” tegas Kepala Balai TN Kutai, Syaiful Bahri, Sabtu (13/6).
Sebagai catatan, TNK saat ini menjadi rumah bagi 1.302 jenis flora dari 118 famili, termasuk delapan genus Dipterocarp dan 15 spesies endemik.
Siapa Saja “The Big Six” yang Dilindungi?
Berikut adalah enam flora yang dapet perhatian ekstra dari petugas TNK:
| Nama Flora | Nama Ilmiah | Karakteristik & Peran Penting |
| Ulin (Kayu Besi) | Eusideroxylon zwageri | Flora identitas Kalimantan yang terkenal super kuat. Populasinya merosot tajam akibat eksploitasi besar-besaran untuk konstruksi di masa lalu. |
| Meranti | Shorea spp | Mendominasi tajuk hutan dataran rendah. Menjadi incaran pasar kayu, padahal perannya krusial sebagai rumah bagi satwa endemik seperti orangutan. |
| Pasak Bumi | Eurycoma longifolia | Tanaman herbal berkhasiat tinggi. Kini pengelola mendorong budidaya lokal untuk menghentikan kerusakan habitat akibat perburuan akar yang tak terkendali. |
| Anggrek Hitam | Coelogyne pandurata | Ikon eksotis Kalimantan dengan bibir bunga gelap. Sangat sensitif terhadap perubahan kelembapan hutan (mikroklimat) dan rawan dicuri. |
| Pohon Bendang | Borassodendron borneense | Palma endemik berdaun kipas raksasa. Buahnya memegang peranan penting dalam rantai makanan sebagai pakan satwa liar. |
| Mangrove | – | Vegetasi pesisir Selat Makassar. Berfungsi sebagai tameng abrasi pantai sekaligus tempat pemijahan (spawning ground) biota laut. |
Patroli Ketat dan Jaga Kelembapan Hutan
Menjaga keenam flora ini jelas punya tantangan tersendiri. Syaiful menjelaskan bahwa tiap tanaman punya penanganan yang berbeda. Untuk Anggrek Hitam yang berstatus tanaman epifit (menempel di pohon lain), petugas mengerahkan patroli pengawasan ketat karena flora ini rentan mati kalau kondisi kelembapan hutan berubah sedikit saja.
Sementara itu, di area pesisir, pihak balai mati-matian melindungi hutan mangrove dari ancaman pencemaran air. Syaiful berharap, lewat pengetatan patroli dan pelibatan masyarakat dalam budidaya, keanekaragaman hayati nusantara ini tetap bisa dinikmati oleh generasi masa depan secara berkelanjutan. (ant/one)